Nayera Ibrahim, warga Mesir yang kini menetap di Jerman, membagikan pengalamannya menjalani kehidupan sebagai muslim di Eropa.
Dalam forum bertajuk “Life as Muslim in Germany” itu, Nayera mengungkapkan sejumlah perbedaan mencolok antara kehidupan Muslim di Indonesia dan di Jerman. Salah satu yang paling ia soroti adalah tradisi mudik menjelang idulfitri.
Menurut Nayera, tradisi mudik yang masif di Indonesia menjadi pengalaman baru baginya. Ia melihat perayaan Idulfitri di Indonesia sangat kental dengan nilai kekeluargaan dan mobilitas sosial yang tinggi.
Perbedaan lain yang ia rasakan terletak pada fungsi dan bentuk tempat ibadah. Di Indonesia, kata Nayera, masjid umumnya berdiri megah dan secara khusus difungsikan sebagai tempat ibadah serta perayaan hari besar Islam.
Sebaliknya, di Jerman, masjid sering kali berupa satu ruangan besar multifungsi yang tidak hanya digunakan untuk salat, tetapi juga berbagai kegiatan komunitas.
“Ruangan itu pada saat yang sama digunakan untuk pemeriksaan kesehatan, belajar bahasa Arab, bahkan area bermain anak-anak,” ungkapnya.
Ia menilai, perbedaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial dan kebijakan di masing-masing negara. Bagi komunitas Muslim di Jerman, masjid bukan sekadar simbol keagamaan, tetapi juga pusat aktivitas sosial yang menopang kehidupan komunitas minoritas.
“Masjid di tempat kami tidak sepenuhnya bisa mewakili identitas agama kami. Karena itu, kami harus mengekspresikan dan menjalankan keimanan dengan cara yang berbeda, melalui upaya yang lebih besar dan lebih terorganisasi,” jelas Nayera.
Dalam sesi penutup, dia juga menjelaskan bahwa sejumlah masjid di Jerman memiliki imam atau syekh yang penunjukannya melibatkan otoritas setempat.
“Di Jerman, banyak masjid memiliki imam atau syekh yang sebagian ditunjuk oleh wali kota, distrik, atau pihak berwenang,” pungkasnya.
Diskusi ini menjadi ruang refleksi lintas budaya tentang bagaimana umat Muslim beradaptasi dan menjalankan ajaran agama dalam konteks sosial yang berbeda, baik di negara mayoritas Muslim seperti Indonesia maupun di negara minoritas Muslim seperti Jerman. (ily/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
