Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dan jagung pakan untuk menjaga stabilitas harga, serta memperkuat pasokan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Maino Dwi Hartono Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Andi Amran Sulaiman Kepala Bapanas.
“Kami di Bapanas, sesuai arahan Bapak Andi Amran Sulaiman Kepala Bapanas sudah menyiapkan program intervensi pangan, utamanya untuk menjaga kestabilan pangan pokok strategis bagi masyarakat,” kata Maino dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (15/2/2026) malam yang dikutip Antara.
Menurutnya, pemerintah telah menyetujui anggaran belanja tambahan (ABT) untuk memperkuat pelaksanaan SPHP beras dan jagung pakan. Program tersebut dijadwalkan mulai Maret 2026, bertepatan dengan periode puasa Ramadan dan Idul Fitri.
“Di Maret 2026, SPHP beras kita lanjutkan kembali, tapi penyalurannya akan selektif karena harus mengutamakan daerah yang defisit dan tidak pada daerah yang sedang ada panen. Sampai akhir Februari ini, SPHP beras juga masih ada dengan anggaran tahun lalu,” ujarnya.
Maino menyampaikan anggaran program SPHP beras 2026 telah dialokasikan sebesar Rp4,97 triliun. Dana tersebut setara dengan subsidi harga untuk total 828 ribu ton beras SPHP yang akan dibeli masyarakat.
Sementara itu, anggaran SPHP jagung pakan tahun 2026 mencapai Rp678 miliar. Dengan dukungan anggaran tersebut, target penyaluran jagung pakan kepada peternak dipatok sebesar 242 ribu ton.
“Tentu ini merupakan angin segar karena target SPHP jagung di tahun ini meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya,” kata Maino.
Sebagai perbandingan, realisasi penyaluran SPHP jagung pada 2025 tercatat 51,2 ribu ton yang menyasar 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi. Program SPHP jagung dinilai strategis karena membantu peternak layer mandiri memperoleh pakan dengan harga lebih terjangkau.
“Program ini dapat menjadi penopang kestabilan harga telur ayam dan daging ayam ras karena jagung termasuk sumber pakan ternak unggas yang banyak digunakan di Indonesia,” jelas Maino.
Sebelumnya, Andi Amran Sulaiman Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian memastikan stabilitas pangan selama Ramadan dan Idulfitri 2026 akan terjaga, sebagaimana periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang relatif terkendali.
“Target pemerintah itu adalah konsumen, apalagi Idul Fitri dan Ramadan, masyarakat itu harus menikmati harga yang baik. Tidak boleh harga naik,” tegas Amran. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
