Minggu, 15 Februari 2026

Jelang Pertemuan Xi dan Trump, Menlu China-AS Tegaskan Dialog Lebih Baik dari Konfrontasi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Marco Rubio (kiri depan) Wang Yi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat rapat bersama Wang Yi (kanan depan) Menteri Luar Negeri China. Foto: South China Morning Post

Wang Yi Menteri Luar Negeri (Menlu) China menegaskan bahwa dialog dan kerja sama merupakan pilihan terbaik dalam hubungan China dan Amerika Serikat (AS) Pernyataan itu disampaikannya saat bertemu Marco Rubio Menteri Luar Negeri AS di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan tersebut membahas persiapan rencana pertemuan Xi Jinping Presiden China dan Donald Trump Presiden AS, yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Dalam keterangan resmi Kemenlu China, Wang mengatakan kedua kepala negara telah memberikan arahan strategis bagi perkembangan hubungan bilateral ke depan.

“Dialog lebih baik daripada konfrontasi, kerja sama lebih baik daripada konflik,” kata Wang seperti dilansir Antara, Sabtu (15/2/2026).

Ia menambahkan, China berharap tahun ini menjadi momentum bagi kedua negara untuk membangun hubungan yang dilandasi saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, serta saling menguntungkan.

Wang menyebut pertemuannya dengan Rubio berlangsung positif dan konstruktif. Kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi serta koordinasi diplomatik guna menjaga stabilitas hubungan China–AS.

Menurut Wang, kedua negara perlu memperluas kerja sama di berbagai bidang dan secara bersamaan mengelola perbedaan dengan bijak agar hubungan bilateral berkembang secara stabil dan berkelanjutan.

Di pihak Amerika Serikat, Tommy Pigott Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS menyampaikan bahwa Marco Rubio juga menilai pertemuan tersebut berjalan baik.

Pigott menegaskan pentingnya komunikasi yang berorientasi hasil dalam isu bilateral, regional, dan global. Ia juga menyebut kedua menteri membahas rencana kunjungan Presiden Trump ke China pada April mendatang.

Dalam forum terpisah di Munich, Wang menyatakan China memandang hubungan dengan AS dari perspektif tanggung jawab terhadap sejarah dan masyarakat internasional.

Ia mengemukakan ada dua kemungkinan arah hubungan China–AS, yakni kerja sama yang saling menguntungkan atau konfrontasi jika AS memilih untuk terus menekan dan membatasi China.

“Kami berharap skenario pertama yang terjadi, tetapi juga siap menghadapi berbagai risiko,” ujar Wang. (ant/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 15 Februari 2026
33o
Kurs