Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar aksi bersih-bersih pantai dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sekaligus menindaklanjuti arahan Prabowo Subianto Presiden RI melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Bersih-bersih pantai itu dipusatkan di pesisir Kenjeran, sekitar kawasan Patung Suroboyo, dengan melibatkan sekitar 1.090 peserta dari berbagai unsur. Mulai dari ASN dan pegawai Pemkot Surabaya, TNI, Polri, komunitas Kader Surabaya Hebat (KSH), pelajar, mahasiswa, komunitas pegiat lingkungan, pengusaha, hingga warga setempat.
Dedik Irianto Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengatakan, bersih-bersih pantai itu dibagi menjadi enam zona, mulai dari kawasan dekat perkampungan hingga pantai berbatu.
“Hasilnya mencapai 2.743 kilogram atau sekitar 2,7 ton sampah,” kata Dedik ketika dihubungi suarasurabaya.net pada Minggu (15/2/2026).
Ia mengatakan bahwa seluruh sampah hasil kerja bakti itu kemudian dikumpulkan, ditimbang, lalu diangkut menggunakan dump truck.
Kegiatan itu, katanya, menjadi langkah awal untuk membiasakan kerja bakti rutin di berbagai sektor. Ia mengatakan bahwa ke depan, kerja bakti akan dilakukan secara berkala, baik di lingkungan instansi pemerintah maupun di permukiman warga.
“Budaya gotong royong ini harus kita hidupkan kembali. Dengan kerja bakti rutin, diharapkan bisa mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli lingkungan dan terbiasa memilah sampah,” ucapnya.
Seperti diketahui, aksi bersih-bersih serentak yang juga bagian dari peringatan HPSN 2026 itu dilakukan lebih awal pada 15 Februari, seiring dengan HPSN jatuh pada 21 Februari sudah memasuki bulan puasa Ramadan. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
