Senin, 16 Februari 2026

Khofifah Umumkan Gerakan Bebas Sampah Plastik di Sekolah Se-Jatim

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencanangkan gerakan bebas sampah plastik di seluruh lingkungan sekolah sebagai upaya membangun kebiasaan hidup berkelanjutan sejak dini. Program ini diarahkan untuk memperkuat kesadaran kolektif menjaga lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menegaskan gerakan tersebut bukan sekadar kampanye simbolik, melainkan langkah perubahan perilaku jangka panjang.

“Langkah ini bukan gerakan sederhana. Kami sangat yakin melalui langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi kelestarian bumi dan masa depan generasi mendatang,” kata Khofifah di Surabaya, Minggu (15/2/2026), seperti dilaporkan Antara.

Program ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan gerakan Indonesia ASRI. Pencanangan ditandai pengangkatan tumbler secara bersama-sama oleh pemangku kepentingan pendidikan sebagai simbol komitmen mengurangi plastik sekali pakai di sekolah.

“Tumbler ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai serta menumbuhkan budaya hidup bersih dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Pemprov Jatim juga membagikan tumbler kepada peserta dan pengunjung sebagai ajakan konkret membiasakan penggunaan wadah minum guna ulang dalam aktivitas harian.

“Aksi pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung bukan sekadar simbolis, melainkan ajakan nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.

Gerakan serupa turut diterapkan di lingkungan pemerintahan daerah. Khofifah menekankan sekolah harus menjadi motor pembentukan karakter generasi peduli lingkungan.

“Memang sekolah harus menjadi pelopor pembentukan karakter generasi peduli lingkungan. Dari sekolah kita wujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia,” ucapnya.

Ia berharap perubahan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan konsisten oleh seluruh warga sekolah.

“Semangat kebersihan tanpa plastik tidak hanya dimulai dari kebijakan, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama,” tuturnya.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 16 Februari 2026
29o
Kurs