Senin, 16 Februari 2026

Banjir Rob Tambak Osowilangun, Pemkot Operasikan Rumah Pompa dan Tutup Pintu Air Laut

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Jalan Tambak Osowilangun mengarah ke Surabaya tergenang banjir rob membuat kemacetan panjang, Senin (16/2/2026). Foto: Aipda Tiyok via WA SS

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan intervensi terhadap banjir rob yang melanda kawasan Tambak Osowilangun sejak, Senin (16/2/2026) dini hari.

Hidayat Syah Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDA BM) Kota Surabaya mengatakan, pihaknya telah mengoptimalkan seluruh rumah pompa di wilayah terdampak untuk menyedot air dari jalanan dan membuangnya ke laut.

“Kami sudah jalankan semua rumah pompa, mulai dari Balong 1, Balong 2, sampai rumah pompa Kandangan. Pintu air kami tutup agar air laut tidak masuk, lalu air yang dari sisi Surabaya kami keluarkan (pompa) ke laut,” jelas Hidayat.

Dia mengatakan, meski jalur itu berstatus jalan nasional di bawah kewenangan pusat, Pemkot Surabaya tetap membantu mempercepat surutnya genangan yang sempat mencapai 30-40 cm.

“Kami bagi tiga tim, tim pagi, siang, dan malam. Sejak Januari kemarin instruksi Pak Wali (Eri Cahyadi) tiada hari tanpa ngeruk saluran. Kami keliling, kami ngecek. Semalam saja anggota saya bekerja sampai jam 04.30 pagi, dan siang ini sudah lanjut lagi,” ujar Hidayat Syah, saat on air di Radio Suara Surabaya, Senin (16/2/2026).

BACA JUGA: Banjir Rob Senin Pagi, Tambak Osowilangun Macet dan Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas

Ia menambahkan, meskipun rob terjadi karena pasang air laut yang tinggi, operasional pompa tetap krusial untuk mencegah air tertahan di pemukiman dan gudang-gudang di kawasan Osowilangun.

Selain penyedotan air, Pemkot Surabaya juga melakukan pengerukan saluran secara manual maupun menggunakan alat berat. Pembersihan sampah di screen atau saringan rumah pompa menjadi fokus agar pompa tidak mengalami kendala teknis.

“Tadi pagi kami bantu ngeruk saluran Kali Anak juga. Sampah mulai semalam kami keruk di saringan rumah pompa, lumayan banyak jumlahnya. Teman-teman juga masih di lokasi untuk mengerjakan saluran-saluran tepi agar aliran air lebih lancar,” tambahnya.

Mengingat status jalan tersebut merupakan tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Pemkot Surabaya terus mendorong otoritas terkait untuk membangun infrastruktur permanen di lokasi tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan teman-teman BPJN dan BBWS (badan besar wilayah sungai) untuk perbaikan di lokasi. Harapan kami, di tahun ini mereka bisa bangun rumah pompa sendiri di Kalianak dan Osowilangun, jadi penanganannya bisa lebih mantap. Selama ini kita (Pemkot) saling bantu terus di lapangan,” tegas Hidayat.

Sebelumnya, Jalur Surabaya-Gresik tepatnya di Jalan Tambak Osowilangun lumpuh sejak, Senin (16/2/2026) dini hari. Penyebabnya, akibat banjir rob yang menggenangi kawasan tersebut, diperparah curah hujan yang tinggi semalaman.

Akibat banjir itu, sejumlah pendengar Radio Suara Surabaya melaporkan terjebak kemacetan sejak Senin dini hari, bahkan sampai pagi harinya.

Dalam sejumlah video yang dikirimkan para pendengar, tampak kedua jalur di Tambakosowilangun tergenang menyebabkan lalu lintas lumpuh. Kemacetan mengular, didominasi roda dua dan kendaraan besar.

Adapun hingga Senin siang, kondisi air dilaporkan sudah mulai surut menjadi sekitar 10 cm. AKP Imam menjelaskan bahwa pihak kepolisian mulai membuka akses jalan secara bertahap setelah ketinggian air dinilai aman untuk dilalui kendaraan, khususnya roda dua yang sebelumnya rentan mogok.

“Untuk jalur sudah kami buka tadi pukul 11.00 WIB karena sudah surut dan bisa dilalui. Untuk jam 12 tadi sudah normal kembali. Imbas kepadatan tadi sudah kita urai sampai ke arah Margomulyo. Sekarang arus lalin sudah normal kembali,” ujar AKP Imam saat dikonfirmasi Radio Suara Surabaya, Senin siang. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 16 Februari 2026
30o
Kurs