Kamis, 19 Februari 2026

Sebagian Warga Kabupaten Jember dan Bondowoso Sudah Berpuasa Hari ini

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Jamaah PP Mahfilud Dluror menjalankan ibadah shalat tarawih pada Senin (16/2/2026) malam. Foto: Antara

Jamaah pondok pesantrean (ponpes) Mahfilud Dluror dan sejumlah warga di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso berpuasa pada Selasa (17/2/2026) hari ini.

“Kami sudah menjalankan ibadah shalat tarawih pada Senin (16/2/2026) malam dan mulai hari ini kami berpuasa yang diikuti seluruh jamaah dan alumni, serta warga yang berada di sekitar pondok pesantren yang jumlahnya mencapai ribuan warga,” kata KH Ali Wafa pengasuh ponpes Mahfilud Dluror seperti dilansir dari Antara, Selasa (17/2/2026).

Pengasuh ponpes tersebut menjelaskan bahwa penentuan awal puasa didasarkan dari sistem khumasi. Sistem khumasi yang memiliki arti lima atau dalam bahasa Arab khomsatun. Acuan sistem tersebut berasal dari kitab Nushatul Majaalis karangan Syeh Abdurrohman As Shufuri As Syafi’i yang sudah dijalankan selama 198 tahun.

Ia juga menambahkan bahwa dari sistem tersebut awal Ramadan juga sudah dapat ditentukan.

“Sistem penghitungan khumasi, yakni penentuan awal puasa tahun ini bisa dengan cara menghitung lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya, sehingga awal Ramadan tahun depan juga sudah dapat ditentukan,” jelasnya.

Adapun perhitungan mereka bisa jatuh di hari Selasa karena pada 2025, awal Ramadan jatuh pada hari Jumat, jadi lima hari dari awal puasa tahun 2026, yakni Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, dan Selasa. Sehingga mereka memastikan awal puasa Ramadan 2026 dilaksanakan pada hari ini.

Pesantren Mahfilud Dluror tidak menggunakan metode hisab dan rukyat sebagai penentuan awal puasa Ramadan, melainkan berdasarkan kitab salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais yang diterapkan sejak tahun 1826.

“Kami berharap perbedaan penetapan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror tersebut juga dihargai umat Muslim lainnya dengan keyakinan masing-masing dan selama ini tidak ada masalah karena perbedaan bisa menjadi rahmat bagi umat Muslim,” ungkapnya.

Di sisi lain pada Selasa sore, pemerintah melalui Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat yang prosesnya diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan data hisab. Keputusan tersebutlah yang nantinya akan menentukan awal Ramadan bagi umat Islam di Indonesia.

Sedangkan umat muslim Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026) sesuai dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.(ant/mun/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 19 Februari 2026
30o
Kurs