Selasa, 17 Februari 2026

BMKG NTB: Hilal Secara Astronomis Tidak Bisa Terlihat Jelas Hari Ini

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Prosesi rukyatul hilal atau pemantauan hilal di Gedung Twin Tower Uinsa Surabaya, Selasa (9/4/2024) sore. Foto: Wildan suarasurabaya.net

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memantau posisi hilal saat ini masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian minus 1,268 derajat.

Pemantauan yang dilakukan melalui melalui Pusat Observasi Bulan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dilaporkan oleh Sumawan Kepala Stasiun Geofisika Mataram pada Selasa (17/2/2026).

“Tinggi hilal minus 1,268 derajat dan elongasi 1,208 derajat,” kata Sumawan seperti dilansir Antara.

Sumawan mengatakan dengan posisi Bulan masih di bawah garis horizon dan elongasi yang sangat kecil tersebut, maka hilal secara astronomis tidak bisa teramati secara jelas.

Menurutnya, secara umum hilal berpotensi terlihat jelas jika berada di atas ufuk dengan ketinggian positif dan memiliki elongasi minimal sekitar enam hingga tujuh derajat.

Selain melakukan pemantauan hilal di Lombok Utara, BMKG NTB juga menyiapkan titik rukyatul hilal di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram. Kegiatan pengamatan hilal tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 17.00 WITA pada Rabu (18/2/2026).

Sumawan menerangkan bahwa tinggi hilal saat pemantauan besok, Rabu sore, telah mencapai 8,287 derajat dengan elongasi 11,588 derajat.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat penetapan awal bulan Hijriah di Jakarta pada Selasa.

Hasil sidang isbat tersebut menjadi dasar resmi pemerintah pusat dalam menetapkan awal puasa Ramadhan untuk masyarakat Indonesia.

Kementerian Agama bersama BMKG melakukan pemantauan hilal secara serentak pada 133 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan rincian 96 titik dipantau oleh Kementerian Agama dan 37 titik dilakukan oleh BMKG. (ant/ily/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 17 Februari 2026
28o
Kurs