Kamis, 19 Februari 2026

Gunung Semeru Kembali Erupsi Sebanyak Tiga Kali Pada Kamis Pagi

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Gunung Semeru kembal erupsi sebanyak tiga kali, Kamis (19/2/2026). Foto: Antara

Pada Kamis (19/2/2026) pagi, Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi dengan tinggi letusan sekitar 800 meter di atas puncak.

Sigit Rian Alfian Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mengonfirmasi hal tersebut.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ucapnya, dilansir dari Antara.

Kolom abu dengan intensitas tebal tampak berwarna putih hingga kelabu, bergerak ke arah timur laut. Seismograf merekam erupsi dengan amplitudo maksimum 2 mm dan berdurasi 101 detik.

Dari catatan data, erupsi tersebut meurpakan erupsi ketiga pada hari ini.

Erupsi pertama tercatat berlangsung pada pukul 04.32 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu letusan pertama tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke timur laut. Seismograf mencatat erupsi tersebut dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 106 detik.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.24 WIB dengan tinggi kolom letusan sama dengan erupsi pertama, yakni 500 meter di atas puncak.

Kolom abu teramati memiliki warna kelabu, dengan intensitar tebal bergerak ke timur laut. Erupsi kedua itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 92 detik.

Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Oleh karenanya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa peringatan untuk masyarakat.

Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun sejauh 13 kilometer dari puncak di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan.

PVMBG tidak memperbolehkan masyarakat untuk melakukan kegiatan pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Sungai tersebut memiliki potensi untuk terlanda awan panas dan aliran lahar dengan jarak 17 kilometer dari puncak.

Terakhir, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru yang merupakan area rawan lontaran batu (pijar).

Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada pada potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru.(ant/vve/kir/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 19 Februari 2026
29o
Kurs