Sabtu, 21 Februari 2026

Menlu Nyatakan Penunjukan Indonesia Sebagai Wakil Komandan ISF Tak Berkaitan Diplomatik Israel

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Sugiono Menteri Luar Negeri memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2/2026) malam waktu setempat. Foto: Antara

Sugiono Menteri Luar Negeri (Menlu) RI menyatakan penunjukan Indonesia menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) tidak berkaitan dengan pengakuan Indonesia atas hubungan diplomatik dengan Israel.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono menepis anggapan yang menilai bahwa pengiriman ribuan pasukan ke Jalur Gaza berisiko mengingat Indonesia saat ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

“Ini kan bukan kaitannya dalam dengan pengakuan ada hubungan atau tidak ya. Ini adalah pasukan yang ditugaskan untuk yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi,” kata Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2/2026) malam waktu setempat, seperti dikutip Antara.

Menurut Menlu RI, negara-negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang dilibatkan dalam ISF mendapatkan mandat untuk mengirim pasukan demi menjaga situasi keamanan di Palestina.

Dalam pelaksanaan mandat ISF, setiap negara yang terlibat memiliki kesempatan untuk menyampaikan batasan pengerahan pasukan atau national caveat. Indonesia sudah menyampaikan batasan itu kepada ISF, yakni tidak melakukan operasi militer dan pelucutan senjata atau demiliterisasi.

“Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak, kemudian terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana dan tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan rule of engagement yang bisa kita lakukan sebagai pasukan apabila kita diserang dalam rangka mempertahankan diri,” kata Sugiono.

Indonesia yang menerima penunjukan sebagai Wakil Komandan ISF juga berperan di bidang operasional, karena menjadi salah satu negara yang mengerahkan pasukan terbanyak untuk misi perdamaian di Palestina.

Penunjukan tersebut juga menjadi penghargaan terhadap militer Indonesia yang memiliki reputasi baik dalam menjaga perdamaian.

“Karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka deputy commander operasi ini juga merupakan sesuatu penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia. Kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian,” kata Sugiono.

Dalam pertemuan perdana Board of Peace yang digelar di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2/2026) pagi waktu setempat, Prabowo Subianto Presiden menegaskan kembali kesiapan Indonesia mengirim 8.000 prajurit TNI untuk bertugas bersama ISF di Gaza, Palestina.

“Gencatan senjata (di Gaza) merupakan capaian yang riil terjadi. Kami memuji capaian ini dan untuk itu kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan,” kata Presiden RI saat berbicara dalam KTT Board of Peace.

Sementara itu, Mayor Jenderal Jasper Jeffers Komandan ISF yang berasal dari Angkatan Bersenjata AS, menyatakan proyeksi ke depan ada 20.000 tentara dan 12.000 polisi yang akan bertugas bersama ISF untuk memulihkan situasi pascaperang di Gaza.

Mayjen Jeffers menyebut Rafah, yang berada di wilayah selatan Gaza, dan berbatasan dengan Mesir, akan menjadi tujuan pertama ISF. (ant/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 21 Februari 2026
32o
Kurs