Rose Mini Agoes Salim Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) mengimbau pentingnya mencari sumber yang tepat dalam menelusuri informasi saat marak konflik antarnegara. Hal tersebut berguna mencegah overthinking atau memikirkan suatu hal secara berlebihan, untuk menjaga kesehatan mental.
“Carilah sumber yang tepat, benar, untuk pemberitaan mengenai adanya perang dan sebagainya atau serangan. Jangan diambil dari semua sosial media yang mungkin bukan intinya lagi tapi dimasukin oleh informasi-informasi tambahan yang membuat kita makin bingung,” ucapnya, Selasa (3/3/2026), seperti dilansir Antara.
Menurutnya, overthinking dapat timbul dari berbagai faktor, seperti kondisi tertekan, stres, hingga kondisi sosial ekonomi yang berpengaruh pada kehidupan.
Karakter perfeksionis dan tidak percaya diri juga menjadi pemicu overthinking, saat situasi memicu rasa takut hingga menyebabkan pikiran berlebihan dan kekhawatiran.
“Tiap manusia punya rencana, pada waktu rencananya itu kemungkinan akan gagal bila terjadi sesuatu, maka dia bisa berpikir sehingga membuat menjadi was-was. Apabila hal ini terjadi, maka informasi-informasi yang sifatnya sampah itu akan memperparah situasi dan memperparah tentang kesehatan mental seseorang,” terangnya.
Romi, sapaan akrabnya, menjelaskan terdapat tanda stres atau kecemasan yang perlu diwaspadai, seperti mulai sulit fokus, mudah takut, hingga kebiasaan mempersiapkan segala sesuatu yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Kecemasan ini juga dapat memicu gejala fisik seperti jantung berdebar serta perilaku menghindar, seperti takut keluar rumah atau melakukan aktivitas rutin.
Romi mengungkapkan pentingnya peran keluarga dan orang terdekat dalam memberikan dukungan emosional agar tidak terpaku kepada pikiran negatif yang berlebihan.
“Kalau ada seperti ini, maka orang-orang di sekelilingnya, significant others-nya, itu harus memberikan satu dukungan untuk bisa dia kembali kepada realita. Jadi jangan terlalu berpikir negatif tentang segala macamnya,” kata Romi.
Lebih lanjut, Romi menyampaikan cara mengatasi rasa cemas, yakni dengan belajar mengenali kemampuan diri dan pendekatan spiritual.
”Kita harus belajar untuk melihat kemampuan diri kita, membaca memang sedikit tentang apa yang ada di lingkungan. Tapi yang paling penting, percaya pada Allah atau Tuhan dengan cara dan ibadah dari tiap agama masing-masing,” tuturnya. (ant/vve/bil)
NOW ON AIR SSFM 100
