Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur merancang program Madura Maju, Madura Unggul dan Madura Naik Kelas, dengan tujuan meningkatkan persentase siswa SMA masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Hal itu disampaikan Khofifah saat meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana (sarpras) pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta di empat kabupaten di Pulau Madura.
Gubernur Jatim menegaskan, Program Madura Naik Kelas bukan sekadar slogan, melainkan gerakan untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah diukur melalui parameter global, seperti penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan yang berdaya saing.
“Jadi, bukan ini maju atau tidak maju tapi bhwa ada kemajuan yang diukur oleh dunia, Madura maju Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan punya keunggulan komparatif dan Madura naik kelas,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Program itu juga ditujukan untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa, sekaligus meningkatkan angka partisipasi lulusan SMA/SMK di Madura yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, antara lain penunjukan 12 SMA Negeri sebagai pilot project, pendataan dan pemetaan potensi siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Kemudian, penguatan akademik untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Selain itu, juga dilakukan asesmen dan try out UTBK-SNBT secara berkala disertai analisis hasil untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk PTN.
Khofifah mendorong seluruh kepala sekolah di Madura memiliki visi yang sama dalam mengantarkan lebih banyak siswa menembus perguruan tinggi negeri.
“Kepada semua para kepala sekolah semangat untuk mengantarkan putra putrinya apakah itu di UTBK atau itu di SNBT,” jelasnya.
Di sisi lain, Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim mengatakan, kesenjangan akademik terus menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam menghadirkan kualitas pendidikan yang merata di Madura.
Aries juga menyebut Madura perlu ada akselerasi peningkatan mutu pendidikan melalui program Madura Naik Kelas.
“Ibu Gubernur memerintahkan kami untuk fokus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan wilayah madura melalui prestasi murid-murid di wilayah Madura, agar bisa masuk PTN melalui SNBT, SNBP atau UTBK,” ucap Aries.(wld/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
