Minggu, 19 April 2026

Tutup Kembali Selat Hormuz, Iran Belum Jadwalkan Negosiasi Selanjutnya dengan AS

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Saeed Khatibzadeh Wakil Menteri Luar Negeri Iran. Foto: Tehran Times

Saeed Khatibzadeh Wakil Menteri Luar Negeri Iran pada Sabtu (18/4/2026) mengatakan, pihaknya belum menetapkan tanggal untuk negosiasi selanjutnya dengan Amerika Serikat. Ia menambahkan, sebelum menentukan tanggal, Iran dan AS harus menyepakati kerangka kesepahaman terlebih dahulu.

Pembicaraan tingkat tinggi antara AS dan Iran sejak Revolusi Islam 1979, berakhir di Islamabad pada akhir pekan lalu tanpa menghasilkan kesepakatan.

Donald Trump Presiden AS mengatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan akan ada pembicaraan langsung lagi pada akhir pekan ini. Namun beberapa diplomat mengatakan hal itu tidak mungkin, mengingat kendala logistik untuk mengadakan pertemuan di Islamabad, tempat pembicaraan tersebut diperkirakan akan berlangsung.

“Kami kini fokus pada penyelesaian kerangka kesepahaman antara kedua belah pihak. Kami tidak ingin terlibat dalam negosiasi atau pertemuan yang sudah pasti gagal dan dapat menjadi dalih untuk eskalasi lebih lanjut,” kata Saeed Khatibzadeh kepada wartawan di sela-sela forum diplomasi di provinsi Antalya, Turki selatan.

“Sampai kami menyepakati kerangka kerja, kami tidak dapat menetapkan tanggal… Sebenarnya telah ada kemajuan yang signifikan. Namun, pendekatan maksimalis dari pihak lain, yang berusaha menjadikan Iran sebagai pengecualian dari hukum internasional, menghalangi kami untuk mencapai kesepakatan,” katanya, merujuk pada tuntutan AS terkait program nuklir Iran.

“Saya harus sangat jelas bahwa Iran tidak akan menerima untuk menjadi pengecualian dari hukum internasional. Apa pun yang akan kami komitmenkan akan berada dalam kerangka peraturan internasional dan hukum internasional.”

Ketika ditanya mengenai laporan bahwa Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu, Khatibzadeh mengatakan bahwa Iran telah mengumumkan akan mengizinkan pelayaran aman bagi kapal-kapal komersial sesuai dengan ketentuan gencatan senjata.

“Pihak lain, pihak Amerika, mencoba menggagalkannya dengan mengatakan bahwa selat itu terbuka kecuali bagi kapal-kapal Iran. Itulah sebabnya kami mengatakan bahwa ‘jika Anda akan melanggar syarat dan ketentuan gencatan senjata, jika Amerika tidak akan menepati janji mereka, akan ada konsekuensi bagi mereka’,” katanya.

Untuk diketahui, Iran membuka akses Selat Hormuz setelah ada kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon pada Kamis (16/4/2026).(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Minggu, 19 April 2026
Kurs