Proyek perbaikan akses keluar Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Terminal Purabaya di Jalan Raya Waru yang sebelumnya diproyeksikan selesai 7 Maret, dipastikan molor dari target awal.
Akses keluar bus yang semula dijadwalkan rampung dalam tujuh hari sejak awal pengerjaan pada 1 Maret itu, kini ditargetkan baru bisa dibuka kembali secara fungsional pada 10 Maret 2026 mendatang.
Verie Sugiharto Pelaksana Harian (PLH) Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purabaya mengungkapkan, kendala utama pengerjaan adalah faktor cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang berujung kemacetan, yang menghambat proses pengecoran.
“Kemarin itu rencananya cukup lima hari dari PU (Kementerian Pekerjaan Umum) dengan spare (waktu) dua hari sampai tanggal 7. Ternyata ada cuaca yang agak ekstrem nih. Jadi agak mundur lagi ini untuk lebih menjaga keawetannya. Insyaallah nanti enggak sampai tanggal 12, kalau bisa tanggal 10 sudah bisa dibuka kembali,” ujar Verie saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu (8/3/2026).

Berbeda dengan perbaikan sebelumnya yang hanya menggunakan aspal, kali ini pihak Kementerian PU melakukan pengerasan jalan dengan metode pengecoran (beton). Langkah ini diambil karena kondisi aspal tahun lalu cepat bergelombang dan berlubang akibat beban kendaraan yang berat.
Adapun pengerjaan ini meliputi area dari ujung pintu keluar bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), hingga ke utara di depan Hotel Lumba-lumba, termasuk area di depan halte Transjatim.
Namun, Verie menjelaskan hambatan pengecoran sempat terjadi saat hujan angin melanda wilayah Waru beberapa hari terakhir. Puncaknya pada Jumat (6/3/2026) kemarin. Cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang dan baliho roboh yang kemudian berdampak pada arus lalu lintas sekitaran Waru lumpuh ber jam-jam.
“Waktu hujan angin itu pengecorannya terhambat sekitar empat jam ya, saat macet itu akhirnya di truk pun (material) terbuang juga ya, mengeras di jalan. Ini akhirnya menunda juga untuk pengecorannya,” tambahnya.
Adapun sorotan dari dampak pembangunan ini yakni kemacetan panjang untuk lalu lintas yang mengarah ke Surabaya. Diketahui pada, Senin (2/3/2026) lalu, ekor kemacetan yang awalnya dirasakan di Aloha sampai Pasmar Gedangan, bahkan nyaris sampai ke Jalan Raya Buduran, sekitar delapan km ke arah selatan.
BACA JUGA: Perbaikan Jalan Exit Bungurasih Bikin Macet Panjang Senin Pagi, Dishub Sidoarjo Minta Maaf
BACA JUGA: Banyak Bus Masih Nekat Ngetem di Exit Bungurasih Timur, Polisi Pertebal Penjagaan
Penyebab kemacetan itu bukan karena proses pengecoran. Namun, karena bus yang biasa ngetem di exit terminal tersebut, nekat cari penumpang di Jalan Raya Waru tepatnya di luar barier proyek perbaikan jalan sehingga terjadi bottleneck.
Terkait hal ini, otoritas terminal akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan serta kepolisian memperketat pengawasan terhadap perilaku sopir bus dan penumpang yang menjadi pemicu utama penumpukan kendaraan di bahu jalan itu.
“Penumpang itu terus ada, sudah kita imbau untuk masuk. Ada yang mau, ada yang malah bergeser ke selatan atau ke utara. Ini mungkin masih kebiasaan lama. Nanti di Operasi Ketupat, mulai tanggal 13 (Maret) kita (sekalian) lakukan penindakan tegas ke armada bus kalau nekat ambil penumpang di jalan keluar,” tegas Verie.
Sementara untuk solusi jangka panjang. Pihak terminal akan menarik penumpang masuk ke dalam area tunggu resmi, dengan pemerintah tengah merencanakan pembangunan Skybridge yang menghubungkan Stasiun Waru langsung ke lantai 2 Terminal Purabaya.
Selain integrasi moda, perbaikan sarana internal juga dikebut menjelang arus mudik, di antaranya peninggian jalur pejalan kaki. Nantinya area penurunan bus hingga kios akan ditinggikan untuk mencegah genangan air saat hujan.
Modernisasi informasi juga bakal dilakukan dengan memasang videotron dan papan petunjuk berbasis digital untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pemudik. Kemudian zona loket terpusat juga akan dibangun di bawah kantor terminal untuk meminimalisir praktik calo.
Menjamin keselamatan angkutan Lebaran, Verie memastikan bahwa seluruh armada bus pariwisata dan bus reguler di lingkungan terminal wajib melalui proses ramp check. Selain fisik kendaraan, kondisi kesehatan pengemudi juga menjadi prioritas.
“Besok hari Senin (9/3/2026) itu dari dinkes untuk melaksanakan pemeriksaan pengemudi. Mulai dari tes narkoba, alkohol, hingga tekanan darah dan gula darah. Kita juga lakukan ramp check setiap hari sebelum bus berangkat,” pungkasnya. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
