Senin, 9 Maret 2026

Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah Ikuti Tekanan Bursa Asia dan Kenaikan Harga Minyak

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Layar Digital Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada Senin (9/3/2026) pagi dibuka melemah mengikuti tekanan bursa saham Asia, seiring lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

IHSG tercatat turun 211,38 poin atau 2,79 persen ke level 7.374,31. Sementara itu, indeks saham unggulan Indeks LQ45 juga terkoreksi 22,31 poin atau 2,87 persen ke posisi 753,74.

Liza Camelia Suryanata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi sepanjang pekan ini, sehingga investor disarankan lebih berhati-hati.

“Kiwoom Research ingatkan para investor bahwa volatilitas masih akan tinggi sepekan ini, dengan risiko konsolidasi lanjutan ke arah 7.335. Perbanyak sikap wait and see sambil perhatikan sentimen global,” ujarnya seperti dilaporkan Antara.

Tekanan pasar dipicu oleh meluasnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Ketegangan tersebut turut mengganggu jalur pelayaran energi di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.

Akibatnya, harga minyak dunia melonjak tajam. Pada pukul 07.50 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 20,81 persen menjadi 109,82 dolar AS per barel, sedangkan Brent Crude Oil naik 18,17 persen menjadi 109,53 dolar AS per barel.

“Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi global serta dapat menekan pertumbuhan ekonomi melalui kenaikan harga bahan bakar dan biaya produksi. Beberapa produsen energi Timur Tengah mulai mengurangi produksi akibat gangguan rantai pasokan,” kata Liza.

Di sisi lain, hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan China masih rapuh menjelang rencana pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping pada akhir Maret 2026. Pertemuan tersebut diperkirakan lebih fokus menjaga stabilitas hubungan ekonomi dibandingkan melakukan perubahan besar dalam kerja sama perdagangan.

AS juga ingin memastikan China tetap memenuhi komitmennya dalam kesepakatan perdagangan, termasuk pembelian produk pertanian, pesawat dari Boeing, serta pasokan rare earth. Salah satu potensi kesepakatan yang dibahas adalah pembelian sekitar 500 pesawat narrow-body Boeing oleh China.

Pada pekan ini, pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi AS, yaitu Consumer Price Index (CPI) Februari 2026. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi menunda rencana penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Saat ini probabilitas pemangkasan suku bunga sekitar 25 basis poin pada Juni 2026 diperkirakan berada di kisaran 45 persen.

Dari dalam negeri, pemerintah tengah menyusun simulasi dampak lonjakan harga minyak terhadap fiskal negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut jika harga minyak rata-rata mencapai 92 dolar AS per barel, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berpotensi melebar hingga 3,6–3,7 persen dari PDB tanpa adanya kebijakan penyesuaian.

Sementara itu, Prabowo Subianto Presiden menyatakan Indonesia akan menarik diri dari inisiatif “Board of Peace” yang diusulkan Donald Trump apabila tidak memberikan manfaat bagi Palestina maupun kepentingan nasional Indonesia.

Pada perdagangan Jumat (6/3/2026), bursa saham global juga kompak melemah. Di Eropa, indeks Euro Stoxx 50 turun 1,09 persen, FTSE 100 Inggris melemah 1,24 persen, DAX Jerman turun 0,94 persen, serta CAC 40 Prancis terkoreksi 0,65 persen.

Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,95 persen ke level 47.501,55, S&P 500 melemah 1,33 persen ke 6.740,02, dan Nasdaq Composite turun 1,59 persen ke 22.387,68.

Bursa Asia pada Senin pagi juga tertekan. Indeks Nikkei 225 turun 7,53 persen, Shanghai Composite melemah 1,41 persen, Hang Seng Index turun 3,10 persen, dan Straits Times Index melemah 3,07 persen.

Dalam kondisi ini, investor cenderung beralih ke aset aman sehingga mendorong penguatan dolar AS, sementara saham dan aset berisiko mengalami tekanan.

Ketidakpastian geopolitik juga meningkat setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 9 Maret 2026
32o
Kurs