Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) membantah keterlibatan AS dalam serangan yang menargetkan sekolah perempuan di Minab, Iran Selatan pada 28 Februari lalu yang membuat lebih dari 156 siswi meninggal dunia.
Berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada Sabtu (7/3/2026) waktu setempat, Trump justru menuding Iran sendiri yang menyerang wilayah tersebut.
“Tidak. Menurut pendapat saya, berdasarkan apa yang saya lihat, itu dilakukan oleh Iran,” kata Trump saat ditanya apakah militer Amerika Serikat melakukan serangan tersebut yang dilansir Politico, Minggu (9/3/2026).
Di sisi lain, Pete Hegseth Menteri Pertahanan AS yang berdiri di samping Trump menyampaikan pernyataan lebih hati-hati. Ia mengatakan pemerintah masih menyelidiki insiden tersebut.
“Kami masih menyelidiki serangan itu. Tetapi satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran,” ujarnya.
Setelah pernyataan tersebut, Trump kembali menegaskan tuduhannya. “Itu dilakukan oleh Iran,” kata Trump.
Adapun pernyataan langsung Trump ini berbeda dengan sikap awal Gedung Putih. Sebelumnya, Karoline Leavitt Juru Bicara Gedung Putih mengatakan belum mengetahui apakah AS bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Ia menyatakan Departemen Pertahanan masih melakukan penyelidikan, sejalan dengan pernyataan Menteri Pertahanan yang juga menyebut investigasi masih berlangsung.
Tapi, di tengah saling tuding tersebut, sejumlah analisis citra satelit dan informasi dari militer AS serta Israel menunjukkan kemungkinan serangan itu berasal dari serangan udara Amerika.
Serangan tersebut juga dilaporkan menghantam kompleks di dekat sekolah yang diduga dikuasai oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran.
Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat pun mengecam serangan tersebut karena menyebabkan korban sipil besar, yang disebut sebagai korban terbanyak sejak konflik dimulai pekan lalu.
Delia Ramirez Anggota DPR AS menyatakan lebih dari 100 anak sekolah meninggal akibat serangan yang disebutnya sebagai serangan tidak sah terhadap Iran.
“Lebih dari 100 anak sekolah yang tidak bersalah meninggal karena serangan tidak sah Amerika Serikat terhadap Iran,” tulis Ramirez di media sosial X.
Iran Tuduh AS dan Israel
Sebelumnya, Pemerintah Iran menyalahkan AS dan Israel atas serangan tersebut. Masoud Pezeshkian Presiden Iran menyatakan serangan terhadap sekolah perempuan di Minab akan selalu diingat oleh rakyat Iran.
“Serangan terhadap sekolah ini tidak akan pernah terhapus dari ingatan sejarah bangsa kami,” katanya.
Sementara itu, Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran menyebut pengeboman tersebut sebagai “kejahatan” dan menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam.
Para diplomat Iran juga telah membawa isu tersebut ke United Nations, meminta komunitas internasional melakukan penyelidikan dan mengecam serangan yang menewaskan ratusan warga sipil tersebut. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
