Selasa, 10 Maret 2026

IHSG Anjlok 3,27 Persen, Lonjakan Harga Minyak dan Geopolitik Tekan Pasar Saham

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026). Penurunan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi inflasi energi global setelah harga minyak mentah melonjak signifikan.

IHSG ditutup turun 248,32 poin atau 3,27 persen ke level 7.337,37. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut melemah 25,47 poin atau 3,28 persen ke posisi 750,57.

Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas menyatakan, pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya sentimen geopolitik global yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi energi.

“IHSG melemah di tengah sentimen geopolitik dan potensi inflasi,” ujarnya dilansir dari Antara.

Lonjakan harga minyak dipicu oleh memanasnya konflik di Timur Tengah. Penutupan jalur strategis Selat Hormuz menyebabkan produsen minyak di kawasan tersebut terhambat menyalurkan pasokan ke pasar global. Kondisi ini memicu pengurangan produksi karena keterbatasan kapasitas penyimpanan.

Dampaknya, harga minyak mentah melonjak tajam. Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 11,86 persen ke level 101,68 dolar AS per barel, sedangkan minyak Brent meningkat 12,77 persen ke level 104,53 dolar AS per barel pada perdagangan sekitar pukul 17.12 WIB.

Kenaikan tajam harga energi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Di tengah situasi tersebut, para menteri keuangan negara G7 dijadwalkan membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis secara bersama-sama guna menstabilkan pasar energi global.

Langkah serupa pernah dilakukan beberapa kali sebelumnya, antara lain saat invasi Rusia ke Ukraina, gangguan pasokan minyak di Libya, bencana badai Katrina di Amerika Serikat, serta selama Perang Teluk pertama.

Dari kawasan Asia, data ekonomi Tiongkok turut menjadi perhatian pasar. Inflasi konsumen China tercatat meningkat menjadi 1,3 persen secara tahunan pada Februari 2026 dari 0,2 persen pada Januari 2026. Angka ini menjadi kenaikan tertinggi sejak Januari 2023 sekaligus melampaui perkiraan pasar sebesar 0,8 persen.

Kenaikan inflasi tersebut terutama dipicu lonjakan konsumsi selama perayaan Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari 2026. Investor selanjutnya menantikan data perdagangan luar negeri China untuk periode Januari–Februari 2026 sebagai indikator tambahan kondisi ekonomi regional.

Sementara dari dalam negeri, sentimen pasar juga dipengaruhi turunnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Bank Indonesia mencatat IKK berada di level 125,2 pada Februari 2026, turun dari posisi 127 pada Januari 2026.

Penurunan ini mencerminkan melemahnya ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, pendapatan dalam enam bulan mendatang, serta ketersediaan lapangan kerja.

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan sesi pertama. Tekanan jual masih berlanjut pada sesi kedua hingga akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor mengalami pelemahan. Penurunan terdalam terjadi pada sektor barang konsumen nonprimer yang turun 5,00 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik sebesar 4,93 persen serta sektor barang baku sebesar 4,42 persen.

Adapun saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain RANC, SHID, OILS, BSIM, dan MKAP. Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan terdalam yakni BULL, PGAS, GTSI, TRUE, dan BKSL.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan frekuensi mencapai 2.474.203 transaksi. Sebanyak 46,80 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp23,88 triliun. Sebanyak 68 saham menguat, 708 saham melemah, dan 41 saham stagnan.

Tekanan pasar juga terjadi di sejumlah bursa saham Asia. Indeks Nikkei Jepang melemah 2.892,10 poin atau 5,20 persen, indeks Shanghai turun 27,58 poin atau 0,67 persen, indeks Hang Seng terkoreksi 348,82 poin atau 1,35 persen, dan indeks Strait Times Singapura melemah 91,64 poin atau 1,89 persen. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 10 Maret 2026
24o
Kurs