Imbas pembatasan kendaraan besar jelang Lebaran 2026, yang mulai berlangsung pada 13-29 Maret 2026, membuat kawasan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ataupun ruas jalan arteri dan tol yang menuju ke sana, terpantau padat merayap.
Berdasar laporan yang masuk ke WhatsApp Suara Surabaya, sejak pukul 10.00 WIB hingga berita ini ditulis, kepadatan masih terjadi.
AKP Imam Sayfudin Rodji Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengungkapkan, saat ini petugas di lapangan telah melakukan pola-pola untuk mengurai kemacetan.
“Salah satunya, kami melakukan koordinasi dengan security pelabuhan untuk segera membuka atau menambah gate, sehingga akses masuk kendaraan ke pelabuhan bisa dipercepat,” katanya, dikonfirmasi suarasurabaya.net, Rabu (11/3/2026).
Kemudian, lanjut Imam, pihaknya juga melakukan pola penarikan yakni memisahkan kendaraan roda empat (mobil pribadi) agar tetap berada di lajur kanan dan bisa melintas.
Pola ketiga, pihak kepolisian menutup lajur di Bundaran M. Nasir, agar tidak terjadi crossing antara kendaraan yang keluar dari tol Perak dan kendaraan yang akan mengarah ke pelabuhan.
“Karena kalau tidak ditutup, kendaraan dari tol akan crossing. Kalau kami biarkan dibuka, imbasnya nanti tol akan mengekor sampai ke Dupak. Nah, itu yang jadi masalah,” ungkapnya.
Imam menjelaskan, meningkatnya volume kendaraan di area pelabuhan diprediksi karena adanya pembatasan kendaraan besar yang akan dimjlai pada Jumat (13/3/2026).
“Sehingga prediksi kami para pelaku usaha itu ngebut mulai sekarang untuk mengirim barang ke Kalimantan, Sulawesi, atau ke wilayah Timur Indonesia,” jelasnya.
Adapun untuk saat ini, kata Imam, kondisi lalu lintas memanh masih padat. Tapi kendaraan tetap berjalan meski dengan kecepatan yang rendah.
Sementara Dahlia Permatasari Kepala Humas Terminal Teluk Lamong mengungkapkan bahwa kepadatan volume kendaraan besar di kawasan TPK Berlian telah terkendali.
Untuk memastikan kelancaran arus dan meminimalisir gangguan di jalan umum, pihak terminal akan terus melakukan koordinasi dengan asosiasi terkait untuk pengaturan waktu tiba.
“Ini kami lakukan agar di pelabuhan tidak terjadi pengangkutan secara bersamaan di satu waktu yang sama. Kemudian, kami juga menyiapkan buffer area apabila terjadi kepadatan. Sedangkan untuk pengaturan lalin, kami telah bekerja sama dengan petugas keamanan dan polsek setempat,” katanya, dikonfirmasi terpisah.
Dahlia memprediksikan lonjakan angkutan kendaraam besar akan terjadi juga pada H-1 sebelum pembatasan angkutan lebaran terjadi atau besok Kamis (12/3/2026).(kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
