Kamis, 12 Maret 2026

Kapolri Siapkan Rute Alternatif Antisipasi Cuaca Buruk dan Potensi Bencana Selama Arus Mudik 2026

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo Kapolri saat memberi keterangan kepada wartawan setelah Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 di Monumen Nasional, Gambir, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo Kapolri mengatakan pihaknya menyiapkan rute-rute alternatif mudik Lebaran 2026, mengantisipasi potensi cuaca buruk dan bencana.

“Tentunya kita juga harus mempersiapkan alternatif-alternatif rute. Sehingga pelayanan arus mudik dan balik nanti tetap bisa berjalan,” kata Kapolri setelah Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 di Monumen Nasional, Gambir, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Listyo menekankan pentingnya mengantisipasi bencana untuk memastikan arus mudik tetap lancar dan aman.

“Mempersiapkan tempat-tempat evakuasi, tempat-tempat pengungsian, dan juga langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat pra, pada saat bencana dan pasca bencana,” ujarnya.

Laporan BMKG soal Prediksi Cuaca Saat Arus Mudik Lebaran 2026

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pada periode perayaan dan libur Idulfitri 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam masa peralihan musim hujan.

Kondisi ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, yang dapat disertai kilat atau petir, serta angin kencang di sejumlah wilayah.

Pada periode 11–20 Maret 2026 hingga 21–30 Maret 2026, cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan, hingga sedang dengan peluang hujan lebat di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, serta Papua Pegunungan. Secara umum, selama periode Lebaran kondisi cuaca diprediksi didominasi berawan hingga berpotensi hujan.

Kemudian pada April 2026 curah hujan diperkirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi sangat tinggi terutama di wilayah Papua Tengah.

Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer, di antaranya aktivitas Monsun Asia yang membawa massa udara basah, fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi pertumbuhan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

BMKG menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional, dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah yang berpotensi terdampak.

Upaya ini diarahkan untuk memitigasi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas transportasi, khususnya penyeberangan.(lea/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 12 Maret 2026
26o
Kurs