Sabtu, 14 Maret 2026

773 Orang Meninggal Akibat Serangan Israel di Lebanon, Anak-anak Turut Jadi Korban

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Kepulan asap di kawasan distrik Dahieh, Beirut, Lebanon setelah diserang oleh Israel, Rabu (4/3/2026). Foto: Anadolu

Jumlah korban meninggal akibat serangan Israel di Lebanon terus meningkat sejak eskalasi konflik yang terjadi pada awal Maret 2026. Kementerian Kesehatan Publik Lebanon melaporkan sedikitnya 773 orang meninggal dunia dan 1.933 lainnya mengalami luka-luka hingga Jumat (13/3/2026).

Dalam laporan terbaru, kementerian tersebut juga mencatat meningkatnya korban dari kalangan anak-anak. Sebanyak 103 anak dilaporkan tewas, sementara 326 lainnya mengalami luka akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah Lebanon.

Krisis kemanusiaan yang dipicu konflik tersebut turut berdampak luas terhadap masyarakat sipil. Wakil Koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus Koordinator Kemanusiaan untuk Lebanon, Imran Riza, mengatakan sekitar 1,3 juta orang terdampak akibat konflik yang semakin memanas.

Dari jumlah tersebut, hingga satu juta orang dilaporkan mengungsi di dalam wilayah Lebanon. Selain itu, hampir 100.000 warga lainnya terpaksa melarikan diri ke negara tetangga, Suriah, untuk mencari perlindungan.

Haneen Sayed Menteri Urusan Sosial Lebanon menyampaikan, kelompok anak-anak dan perempuan menjadi pihak yang paling terdampak dalam krisis tersebut.

“Anak-anak mencakup hampir setengah dari mereka yang terdampak, sementara perempuan dan anak perempuan mewakili lebih dari separuh populasi yang terkena dampak,” kata Haneen Sayed dilansir dari Antara pada Sabtu (14/3/2026).

Melihat kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk, Antonio Guterres Sekretaris Jenderal PBB mengumumkan bahwa permohonan bantuan darurat bagi Lebanon senilai 325 juta dolar Amerika Serikat.

Permintaan bantuan tersebut disampaikan Guterres dalam konferensi pers di Beirut pada Jumat, dengan tujuan mendukung penanganan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak konflik.

Ia juga menyerukan solidaritas internasional agar komunitas global dapat membantu Lebanon menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin serius.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat tajam sejak dimulainya serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Situasi tersebut memicu eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon. Hizbullah dilaporkan meluncurkan serangkaian roket ke wilayah Israel utara, sementara militer Israel melakukan serangan terhadap sejumlah lokasi di Lebanon selatan dan timur yang diklaim sebagai basis serta infrastruktur milik Hizbullah. (ant/zan/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 14 Maret 2026
27o
Kurs