Ratusan wisudawan Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya diminta bisa jadi pencipta lapangan kerja saat kembali ke tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Irjen Pol (Purn) Anton Setiadji Rektor Ubhara Surabaya, dalam Wisuda Sarjana Angkatan LIX dan Magister Angkatan XXXIV Tahun 2026, di Gedung Graha Ubhara, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/6/2026).
Dalam sambutan, Anton mengingatkan para lulusan tidak cepat berpuas diri setelah berhasil meraih gelar sarjana dan magister.
“Jangan berpuas diri. Teruslah meningkatkan kemampuan, tetap rendah hati, hindari sikap angkuh, dan tingkatkan daya saing, baik untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.

Selain itu, dia juga berpesan agar wisudawan selalu menjaga nama baik pribadi maupun almamater dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat.
Di tempat yang sama, Brigjen Pol.Pasma Royce Wakapolda Jatim mengingatkan, situasi geopolitik global saat ini memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi dan stabilitas sosial di Indonesia. Sehingga, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya jadi pengamat, tetapi juga mampu menghadirkan solusi.
“Saudara tidak boleh hanya menjadi pemerhati. Jadilah pemecah masalah di tengah berbagai tantangan dan krisis global,” ujarnya.

Kemudian, Pasma berpesan agar lulusan Ubhara adaptif terhadap perkembangan teknologi, menjadi benteng masyarakat dalam menangkal hoaks dan polarisasi, menjaga integritas, menjunjung supremasi hukum, serta berperan sebagai katalisator pembangunan.
Andrie Gunawan seorang wisudawan Magister Hukum Ubhara bersyukur dapat menyelesaikan studi yang nantinya akan diaplikasikan ke kehidupan bermasyarakat.
“Saya optimistis ilmu dan gelar yang saya peroleh akan bermanfaat bagi masyarakat. Pengalaman kuliah di Ubhara sangat berkesan dan saya merekomendasikan kampus ini bagi siapa pun yang ingin melanjutkan studi,” tutupnya.(kir/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

