Minggu, 15 Maret 2026

ASDP Operasikan 35 Kapal untuk Kurangi Kepadatan Arus Mudik di Pelabuhan Gilimanuk

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kondisi saat ini di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali yang macet total pada, Minggu (15/3/2026) pagi. Foto: @sandyiltsar via e100ss

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menambah jumlah kapal feri yang beroperasi dari 30 menjadi 35 unit untuk mengatasi kepadatan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali yang ekor kemacetannya dilaporkan mencapai kurang lebih 30 kilometer hingga, Minggu (15/3/2026) pagi.

Bayu Kusumo Nugroho Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi pada BPTD Kelas II Provinsi Jawa Timur mengonfirmasi per Sabtu (14/3/2026), kapal feri yang beroperasi di jalur Ketapang-Gilimanuk berjumlah 35 unit karena peningkatkan arus mudik yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk.

“Sebelumnya arus mudik normal kapal feri yang beroperasi 28 unit dan ditambah menjadi 30 unit. Karena pada hari ini terus meningkat kami tingkatkan lagi menjadi 35 kapal,” ucapnya seperti dilansir Antara.

Lima kapal feri tambahan berkapasitas besar itu menggunakan pola tiba bongkar muat, dan melaksanakan pemuatan di Pelabuhan Gilimanuk untuk mengurai kepadatan arus mudik.

“Jadi, lima kapal feri dengan kapasitas besar itu menjadi prioritas sandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk untuk pemuatan, dan di Pelabuhan Ketapang hanya bongkar muatan,” kata Bayu.

Sebagai informasi, kemacetan panjang menuju pelabuhan Gilimanuk dilaporkan sejumlah pendengar Radio Suara Surabaya mencapai 30 kilometer yang bahkan sudah terjadi 20 jam lebih. Kendaraan yang ingin masuk pelabuhan itu didominasi oleh pemudik dan truk.

Ekor kemacetan mengular hingga 25 kilometer di Jembrana yang mengarah ke pelabuhan Gilimanuk, Bali, Minggu (15/3/2026). Foto: Joko via WA SS

Sebelumnya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kadek Citra Dewi Suparwati Kapolres Jembrana mengatakan, peningkatan jumlah kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk sudah terjadi sejak dini hari.

“Pada hari ini (Minggu) sejak dini hari tadi terjadi peningkatan jumlah kendaraan arah Pelabuhan Gilimanuk,” kata Kadek Citra Dewi Suparwati.

Untuk mencegah penumpukan kendaraan di satu titik, kepolisian Bali juga telah menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan bus dan truk melalui jalur khusus, termasuk memanfaatkan jalan perkampungan di Kelurahan Gilimanuk.

Selain itu, petugas juga melakukan patroli di sepanjang jalur mudik menuju Gilimanuk guna memastikan kendaraan tetap tertib di jalurnya dan tidak saling mendahului.

“Kami arahkan kendaraan pemudik untuk tertib pada jalurnya. Tidak boleh seluruh badan jalan digunakan kendaraan dari arah Denpasar, karena ada juga kendaraan dari arah Gilimanuk,” ucapnya.

Petugas juga membangunkan pengemudi yang tertidur di dalam kendaraan dengan posisi berhenti di tengah jalan agar tidak menghambat arus lalu lintas.

“Kalau memang mengantuk, silakan menepi mencari tempat yang aman untuk istirahat,” kata Kadek.

Data ASDP Cabang Ketapang/Gilimanuk mencatat, kepadatan arus mudik pada H-8 Lebaran 2026, Jumat (13/3/2026), mencapai 37.877 orang melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Jumlah tersebut turun 30,5 persen dibanding tahun lalu di periode yang sama pada H-8 Lebaran yang dicatat sebanyak 54.478 orang penumpang.

Kendaraan yang menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang berjumlah 12.176, dengan rincian kendaraan roda dua jumlahnya mencapai 6.066 unit, kendaraan roda empat sebanyak 3.573 unit, truk yang menyeberang mencapai 2.154 unit, dan bus mencapai 383 unit.

Sebaliknya, pada penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk pada H-8 Lebaran, tercatat 26.173 penumpang melakukan penyeberangan Jawa-Bali dengan total kendaraan tercatat 5.365 unit.(ant/vve/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 15 Maret 2026
32o
Kurs