Jumat, 20 Maret 2026

Sekjen NATO Tegaskan Selat Hormuz Harus Dibuka karena Krusial bagi Ekonomi Global

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Mark Rutte Sekjen NATO. Foto: Politico.eu

Mark Rutte Sekretaris Jenderal Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak boleh dibiarkan tertutup di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Rutte saat konferensi pers bersama Nicusor Dan Presiden Rumania di Brussels, Kamis (20/3/2026) waktu setempat. Ia menekankan, jalur laut tersebut memiliki peran vital bagi stabilitas ekonomi global.

“Selat itu harus segera dibuka kembali. Ini penting bagi ekonomi dunia. Tidak bisa diterima jika jalur laut utama ditutup atau sulit dilalui karena ancaman yang ada saat ini,” ujar Rutte seperti dikutip kantor berita Anadolu, Kamis.

Menurutnya, negara-negara anggota NATO saat ini terus berkoordinasi untuk mencari solusi atas situasi keamanan yang semakin kompleks, termasuk menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat (AS), selaku pihak yang lebih dulu menyerang Iran.

“Saya yakin sekutu akan melakukan segala hal untuk melindungi kepentingan bersama. Kita akan menemukan jalan ke depan,” tambahnya.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah operasi militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan membuat lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran kala itu, Ali Khamenei meninggal dunia.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah, sekaligus memperketat akses pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini diketahui menjadi salah satu rute energi paling vital di dunia, dengan kapasitas sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global.

Di sisi lain, Rutte tetap menegaskan kesiapan NATO dalam menjaga stabilitas kawasan. Ia menyebut aliansi dalam kondisi siaga penuh untuk melindungi setiap wilayah anggotanya.

“Kami waspada dan siap mempertahankan setiap jengkal wilayah aliansi. Kami berdiri bersama, dan memiliki kemampuan penting, termasuk pertahanan rudal balistik,” tegasnya.

Rutte juga menyoroti peran strategis Rumania di kawasan timur NATO, khususnya di Laut Hitam. Ia menyebut posisi geografis negara tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan bersama. “Rumania adalah alasan vital bagi keamanan kita bersama,” ujarnya.

Dalam pertemuan terpisah, Rutte juga bertemu Andrey Gurov Perdana Menteri Bulgaria, yang menilai situasi global saat ini sangat fluktuatif. Ia menyoroti kawasan Laut Hitam yang kini berubah dari jalur perdagangan menjadi arena konfrontasi geopolitik.

“Bulgaria tetap teguh pada komitmennya terhadap NATO. Bahkan sebagai pemerintahan sementara, kami akan tetap berada di jalur yang sama dan selaras dengan keputusan aliansi,” ujar Gurov. (bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 20 Maret 2026
31o
Kurs