Minggu, 22 Maret 2026

Prabowo Target Ekonomi Tumbuh 8 Persen Lewat MBG hingga Perumahan Rakyat

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden RI saat berdiskusi dengan pakar di Hambalang, Kabupaten Bogor, Kamis (19/3/2026). Foto: Antara/Badan Komunikasi Pemerintah RI

Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen melalui penciptaan lapangan kerja dengan berbagai program strategis, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan perumahan rakyat.

Badan Komunikasi Pemerintah RI menyatakan bahwa program MBG dinilai memiliki dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dengan target sekitar 30 ribu dapur yang masing-masing mempekerjakan 50 orang sehingga berpotensi menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja.

“Itu sudah 1,5 juta,” kata Prabowo dilansir dari Antara, pada Minggu (22/3/2026).

Setiap dapur, kata dia, akan melibatkan rantai pasok dari vendor bahan pangan yang diperkirakan dapat menyerap tambahan hingga 1,5 juta tenaga kerja lainnya.

Selain dari program MBG, pemerintah juga telah menggulirkan sejumlah inisiatif untuk memperluas penyerapan tenaga kerja melalui Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih serta pembangunan satu juta rumah.
Koperasi Desa Merah Putih diandalkan sebagai penggerak ekonomi desa dengan target pembentukan 80 ribu koperasi dan estimasi 18 pekerja di setiap unit, program itu berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.

Di sektor kelautan, Kampung Nelayan Merah Putih difokuskan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan, dengan target pembangunan hingga 1.100 kampung nelayan pada 2026.

“Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60 persen sampai 80 persen,” kata Prabowo.

Sementara itu, program pembangunan satu juta rumah disebut menjadi salah satu motor terbesar penciptaan lapangan kerja.

Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan lima pekerja sehingga totalnya dapat menyerap hingga lima juta tenaga kerja, belum termasuk efek berantai dari sektor pendukung seperti bahan bangunan dan utilitas.

Prabowo menyatakan optimistis keseluruhan program tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melampaui target yang ditetapkan.

“Saya yakin ketika ini berjalan, itu akan lebih dari 8 persen,” pungkasnya.(ant/ris/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 22 Maret 2026
27o
Kurs