Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran menyebut sebanyak 600 sekolah di seluruh Iran hancur atau rusak, dengan lebih dari 1.000 siswa dan guru meninggal atau terluka akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari.
Araghchi membeberkan laporan tersebut saat berbicara dalam sebuah diskusi darurat Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa melalui sambungan video pada Jumat (27/3/2026).
Saat ini Iran sedang berada di tengah guncangan perang ilegal oleh AS dan Israel, dan disebut sebagai perang agresi yang secara terang-terangan tidak dapat dibenarkan dan brutal.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan apa yang ia sebut sebagai serangan terencana pada sebuah sekolah dasar di Kota Minab, Iran bagian selatan yang menewaskan lebih dari 175 siswa dan guru.
“Di saat para agresor Amerika dan Israel, menurut klaim mereka sendiri, memiliki teknologi paling canggih serta sistem militer dan data dengan tingkat presisi tertinggi, tak seorang pun dapat percaya bahwa serangan terhadap sekolah tersebut bukanlah tindakan yang disengaja dan direncanakan,” ujar Araghchi.
Menlu Iran tersebut menegaskan penargetan penyerang kepada sekolah termasuk pada kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Kejadian itu bukan hanya menjadi insiden biasa atau perhitungan yang melenceng, tetapi tindakan yang harus dikecam dengan tegas dan memerlukan pertanggungjawaban.
Ia juga menegcam serangan-serangan lanjutan dari AS dan Israel yang menargetkan sipil termausk rumah sakit, ambulans, tenaga kesehatan, tenaga penyelamat Bulan Sabit Merah, kilang minyak, sumber air, dan area permukiman.
Araghchi mengatakan tindakan tersebut tidak menghiraukanhukum perang dan prinsip dasar kemanusiaan dari pola serangan terhadap warga dan infrastruktur sipil.
“Pola penargetan penyerang, yang disertai dengan retorika mereka, hampir tidak menyisakan keraguan mengenai niat jelas mereka untuk melakukan genosida,” tuturnya, dilansir dari Antara.
Ia melanjutkan bahwa Iran tidak pernah menginginkan adanya perang, tetapi akan dengan tegas membela diri dari serangan.
Terakhir ia menyatakan rakyat Iran memiliki tekad dan keteguhan untuk melawan agresi, dan menyerukan pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang bertanggung jawab atas situasi di Iran saat ini. (ant/vve/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
