Minggu, 29 Maret 2026

AS Kerahkan 3.500 Marinir ke Timur Tengah di Tengah Konflik dengan Iran

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi USS Gerald R. Fordkapal induk terbesar di dunia yang saat ini dimiliki oleh Angkatan Laut AS. Foto: Reuters

Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan sebanyak 3.500 marinir dan pelaut AS telah tiba di kawasan Timur Tengah pada, Jumat (27/3/2026), di tengah konflik dengan Iran.

“Pelaut dan Marinir AS di atas USS Tripoli (LHA 7) telah tiba di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS pada 27 Maret,” tulis CENTCOM dalam pernyataan resminya di platform X.

Melansir laporan Xinhua, Minggu (29/3/2206), pasukan itu tiba menggunakan kapal perang amfibi USS Tripoli (LHA-7) yang menjadi kapal utama bagi Tripoli Amphibious Ready Group/31st Marine Expeditionary Unit.

CENTCOM menjelaskan kekuatan ini terdiri dari sekitar 3.500 marinir dan pelaut, yang dilengkapi pesawat tempur, armada transportasi, serta berbagai aset tempur amfibi dan taktis. Kombinasi ini memungkinkan operasi militer dari laut maupun darat secara cepat dan fleksibel.

Kehadiran pasukan itu disinyalir merupakan bagian dari peningkatan kekuatan militer AS di kawasan, seiring memanasnya konflik dengan Iran. Unit amfibi seperti ini umumnya digunakan untuk misi respons cepat, termasuk pengamanan wilayah strategis, evakuasi warga, hingga potensi serangan ke target pesisir.

Sementara itu, laporan The Wall Street Journal menyebutkan Pentagon tengah mempertimbangkan pengerahan tambahan hingga 10.000 pasukan darat ke Timur Tengah. Langkah ini disebut untuk memberi lebih banyak opsi militer bagi Donald Trump Presiden, selain jalur diplomasi.

Pasukan tambahan itu diperkirakan mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja, yang akan memperkuat sekitar 5.000 marinir serta ribuan pasukan lintas udara dari Divisi Airborne ke-82 yang sebelumnya telah dikerahkan ke kawasan tersebut.

Meski lokasi pasti penempatan belum diungkapkan, pasukan disebut akan berada di titik strategis yang masih dalam jangkauan Iran, termasuk Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak utama negara tersebut. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2026
30o
Kurs