Sabtu, 4 April 2026

Daftar Vaksin Wajib dan Tips Jaga Kesehatan Jemaah Haji

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Vaksinasi. Foto: Freepik

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menetapkan awal pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada 22 April 2026. Sebelum berangkat, penting bagi setiap jemaah untuk melengkapi segala persiapan, termasuk aspek kesehatan, seperti vaksin.

Regulasi ini merujuk pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025, yang mengatur tahapan penyelenggaraan haji, mulai dari masuk asrama hingga kepulangan ke Tanah Air.

Menurut ketentuan dari Kementerian Kesehatan, calon jemaah haji diwajibkan melakukan vaksinasi meningitis dan polio. Rita Ramayulis ahli gizi mengatakan, vaksin mengintis berfungsi melindungi tubuh dari radang selaput otak yang mudah menular di kerumunan.

“Yang pertama vaksin meningitis meningokokus ACWY, ini untuk melindungi dari radang selaput otak yang mudah menular di kerumunan,” katanya dilansir Antara, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, vaksin meningitis harus diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan. Sertifikat vaksin ini juga memiliki masa berlaku hingga lima tahun, tergantung jenis vaksin yang digunakan.

Selain itu, vaksin polio juga menjadi persyaratan bagi jemaah asal Indonesia. Pemberiannya dilakukan satu dosis dalam rentang waktu empat minggu hingga 12 bulan sebelum berangkat.

“Ini karena Indonesia masih termasuk negara yang dipantau terkait kasus polio,” ujarnya.

Selain vaksin wajib, calon jemaah juga dianjurkan untuk melakukan vaksin yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh selama ibadah haji, seperti influenza, pneumonia, dan COVID-19. Hal ini dinilai penting mengingat aktivitas ibadah haji melibatkan kerumunan besar dengan risiko penularan penyakit yang cukup tinggi.

Sementara itu, calon jemaah juga diminta menjaga kondisi tubuh melalui pola hidup sehat. Rita mengingatkan pentingnya istirahat cukup serta pengaturan konsumsi makanan selama menjalankan ibadah.

“Pilih makanan yang tidak berisiko, dengan memperbanyak buah dan protein rendah lemak, sementara yang lain secukupnya,” katanya.

Untuk menjaga energi, jemaah disarankan membawa camilan praktis seperti kurma.

“Kalau merasa lelah, bisa konsumsi satu sampai tiga butir kurma,” ujarnya.

Ia juga menyarankan peregangan ringan sekitar 10 menit di pagi hari serta mengatur ritme berjalan agar tidak terlalu memaksakan diri.

Tak kalah penting, jemaah diingatkan untuk tidak menahan buang air kecil maupun rasa haus karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

“Ketika ada kesempatan istirahat, gunakan untuk istirahat, dan tetap jaga kebutuhan cairan,” katanya.

Dengan melengkapi vaksinasi dan menjaga pola hidup sehat, jemaah diharapkan dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dalam kondisi fisik yang optimal.(ily/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 4 April 2026
31o
Kurs