Minggu, 5 April 2026

Tiga Prajurit di Lebanon Gugur, Pemerintah Dorong PBB Evaluasi Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Sugiono Menteri Luar Negeri di Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu (4/4/2026). Foto Biro Pers Sekretariat Presiden

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan, Pemerintah Indonesia bakal mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengevaluasi aspek keselamatan pasukan penjaga perdamaian di berbagai wilayah penugasan, khususnya dalam misi UNIFIL di Lebanon.

Sugiono Menteri Luar Negeri mengatakan, langkah itu diambil setelah tiga Prajurit Indonesia gugur saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), di Lebanon.

“Kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi, agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka,” ucap Sugiono dalam keterangannya di Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/3036).

Langkah tersebut menjadi sinyal kalau Indonesia tidak hanya berduka tetapi mendorong upaya perubahan. Sehingga, pengorbanan para prajurit tidak sia-sia.

Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap di New York sudah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat.

Kata Sugiono, permintaan itu sudah disetujui Prancis selaku penholder isu Lebanon di Dewan Keamanan PBB.

“Rapat luar biasa Dewan Keamanan yang intinya, pertama kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL. Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” tuturnya.

Menlu RI menegaskan, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan. Kemudian, dia juga menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi para personel penjaga perdamaian.

They are peacekeeping, not peacemaking. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peacemaking. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga, dan ini juga merupakan mandat dari PBB peacekeeping ini,” kata Menlu.

Kemudian, Pemerintah juga mengucapkan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia saat menjalankan tugas pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Ketiga personel itu adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.

“Kita semua mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Berharap dan berdoa semoga para kusuma bangsa ini arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarganya diberi kesehatan, kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” katanya.

Selain itu, Menlu juga mengungkapkan, terdapat tiga personel lainnya yang mengalami luka-luka.

“Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka, yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL,” tandasnya.(lea/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 5 April 2026
33o
Kurs