Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) menjamin harga pupuk subsidi tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan di tengah penutupan Selat Hormuz.
“Aman, aman (harga pupuk tidak akan terkoreksi). Kenapa? Itu perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” kata Mentan pada Selasa (7/6/2026).
Ia mengatakan, hal itu sesuai dengan langkah pemerintah yang menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen dan merupakan sebuah capaian yang disebut belum pernah terjadi sepanjang sejarah negera ini.
Melansir dari Antara, pemerintah juga meningkatkan volume pupuk subsidi yang tersedia bagi petani, sehingga kebutuhan input produksi diprediksi akan tetap tercukupi secara optimal di berbagai daerah sentra pertanian.
“Itu di era Bapak Prabowo Subianto, Bapak Presiden, itu diturunkan harga pupuk (subsidi) 20 persen dan menaikkan kuantumnya. Itu luar biasa,” katanya.
Upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian sepanjang 2026 adalah dengan menyiapkan sebanyak 9,8 juta ton pupuk subsisi yang akan menyasar 14,1 juta petani di seluruh Indonesia.
Mentan turut menyebut kebijakan ini adalah arahan Prabowo Presiden, sehingga ia memastikan kebutuhan pupuk akan tetap terjaga guna mendukung keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan global.
Di kesempatan yang lain, Rahmad Pribadi Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) turut menyatakan stok pupuk secara nasional tidak terganggu di tengah dinamika Selat Hormuz.
“Alhamdulillah, stok aman, kita memiliki 1,29 juta ton stok, dan pabrik seluruhnya beroperasi dengan baik. Artinya, ini akan terus kita pertahankan di level ini, tidak ada masalah,” kata Rahmad.
Walaupun ia menyebut peran Selat Hormuz sebagai penyumbang 30 persen perdagangan pupuk global setiap bulannya, tetapi menurutnya Indonesia tidak terdampak signifikan berkat kemandirian industri pupuk nasional yang telah dibangun sejak lama.
“Hingga hari ini, meskipun dunia gonjang-ganjing, pupuk Indonesia justru bisa berfungsi sebagai penyelamat ekosistem pangan dunia,” jelasnya.
Ia menyebut Indonesia tetap dalam kondisi aman dan stabil, meski sejumlah negara besar seperti Brasil, India, Australia, Thailand dan Amerika Serikat mulai terdampak gangguan pasokan pupuk global.
Sebelumnya, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026), Rahmad juga memastikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak naik, meski terjadi gejolak di Selat Hormuz, sehingga pasokan dan stabilitas tetap terjaga di dalam negeri.
“HET (pupuk subsidi sebelumnya) sudah turun 20 persen, tidak ada rencana untuk kembali meningkatkan, artinya HET akan tetap,” kata Rahmad.(ant/mar/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
