Rabu, 8 April 2026

Mahfuz Sidik Sebut Ancaman Sabotase di Balik Peluang Gencatan Senjata AS–Iran

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Mahfuz Sidik pengamat Politik Timur Tengah/Sekjen Partai Gelora Indonesia. Foto: istimewa

Peluang gencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran mulai terbuka setelah adanya sinyal penurunan eskalasi dari kedua pihak.

Donald Trump Presiden AS disebut menunda rencana serangan selama dua pekan, sementara Seyed Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran menyatakan kesiapan menghentikan operasi defensif jika serangan terhadap negaranya dihentikan.

Menanggapi perkembangan ini, Mahfuz Sidik Pengamat Politik Timur Tengah menyambut positif peluang gencatan senjata tersebut, namun mengingatkan adanya potensi sabotase yang dapat menggagalkan proses perdamaian.

Mahfuz Sidik menegaskan bahwa momentum jeda konflik ini harus dimanfaatkan sebagai pintu masuk menuju negosiasi damai yang lebih permanen.

“Kami mendukung penuh upaya gencatan senjata dalam celah waktu dua pekan ini sebagai langkah awal menuju penghentian perang yang telah menimbulkan dampak global serius,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Rabu (8/4/2026).

Ia juga mengapresiasi peran Pakistan yang memediasi kedua pihak, dengan dukungan dari Arab Saudi, Mesir, dan Turki.

“Inisiatif Pakistan menunjukkan pentingnya solidaritas negara-negara muslim dalam mendorong stabilitas kawasan, apalagi dengan dukungan kuat dari negara-negara kunci di Timur Tengah,” kata Mahfuz.

Meski demikian, Ketua Komisi I DPR periode 2010-2017 ini mengingatkan bahwa celah gencatan senjata sangat rentan digagalkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap kelanjutan konflik.

“Perlu diwaspadai setiap upaya sabotase yang bisa menutup peluang negosiasi. Semua pihak harus menahan diri agar proses menuju perdamaian tidak kembali runtuh,” tegasnya.

Dia juga menilai pemerintah Indonesia perlu mengambil peran lebih aktif dengan mendukung upaya mediasi internasional serta mendorong dialog komprehensif antarnegara muslim di kawasan Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika Utara.

“Indonesia perlu memperkuat dukungan terhadap mediasi yang ada, sekaligus menjaga ketahanan dan kohesi nasional agar mampu menghadapi dampak krisis global,” pungkas Mahfuz yang juga Sekjen Partai Gelora Indonesia.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 8 April 2026
29o
Kurs