Jumat, 10 April 2026

Kredit UMKM Menyusut Rp3 Triliun, Marwan Jafar Desak Bank Indonesia Perbaiki Arah Kebijakan Perbankan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Pengunjung saat memilih aneka jajanan pelaku UMKM dalam Surabaya Urban Fest 2026 di Balai Pemuda Surabaya, Minggu (29/3/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Marwan Jafar anggota Komisi XI dari Fraksi PKB mendesak Bank Indonesia (BI) untuk mengambil langkah tegas dalam mengarahkan perbankan agar lebih berpihak pada sektor kerakyatan.

Hal ini disampaikan Marwan terkait penurunan penyaluran kredit ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Berdasarkan data kinerja perbankan periode 2025 hingga triwulan I 2026, penyaluran kredit ke UMKM dan koperasi tercatat mengalami penurunan dari Rp79 triliun menjadi Rp76 triliun.

Kondisi ini dinilai sebagai sinyal melemahnya dukungan terhadap sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Sebagai otoritas makroprudensial, BI seharusnya bisa mengarahkan bank agar tidak hanya fokus pada pembiayaan korporasi besar. Penurunan kredit UMKM ini harus dijelaskan secara terbuka kepada publik,” ujar Marwan Jafar di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, penguatan sektor riil, khususnya UMKM dan ekspor, merupakan faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Ia menilai, BI tidak cukup hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga perlu memastikan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil tetap terjaga.

“BI harus hadir memberikan solusi konkret atas hambatan pembiayaan UMKM. Jangan hanya fokus pada stabilitas di atas kertas, tetapi abaikan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Selain itu, Marwan juga menyoroti realisasi program pengembangan UMKM oleh BI yang dinilai belum optimal. Ia meminta agar anggaran yang dialokasikan benar-benar terserap dan berdampak langsung bagi pelaku usaha.

Tak hanya sektor UMKM, Marwan turut menyinggung perlunya dukungan terhadap sektor ekspor guna memperkuat cadangan devisa.

Meski kinerja ekspor-impor saat ini relatif stabil, proyeksi 2026 yang cenderung moderat dinilai perlu diantisipasi dengan kebijakan yang lebih progresif.

“Pelaku usaha membutuhkan kepastian arah kebijakan. BI harus lebih serius mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif, termasuk eksportir,” ujarnya.

Marwan berharap langkah konkret dari BI dapat segera dilakukan untuk membalikkan tren penurunan kredit UMKM menjadi pertumbuhan positif, sehingga sektor ini kembali menjadi penggerak utama ekonomi nasional sepanjang 2026.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 10 April 2026
30o
Kurs