Minggu, 12 April 2026

KAI Gunakan Biosolar B40, Siap Beralih ke B50 untuk Transportasi Ramah Lingkungan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Sebuah kereta dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang melintas di Jalan Ahmad Yani, Surabaya pada Senin (23/2/2026). Foto: Rafi Mg. suarasurabaya.net

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan seluruh lokomotif dan genset menggunakan bahan bakar ramah lingkungan biosolar B40.

“Seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar biosolar B40,” kata Anne Purba Vice President Corporate Communication KAI, Minggu (12/4/2026).

KAI menyatakan, pemanfaatan bahan bakar biosolar B40 tersebut merupakan sebuah dukungan terhadap kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menghadirkan energi terbarukan di sektor transportasi.

Anne menyebut operasional kereta api menghasilkan emisi yang lebih rendah setelah menggunakan energi terbarukan ini. Hal ini juga dinilai akan memperkuat perannya sebagai transportasi yang ramah lingkungan dan solusi logistik yang tepat. KAI juga mengklaim dirinya akan bisa terus menjadi mitra mobilitas yang dapat diandalkan masyarakat.

“Kami mengerti bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau adalah hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan,” jelas Anne.

Dengan menggunakan energi terbarukan ini, setiap pelanggan disebut akan secara otomatis menjadi bagian dari transformasi besar menuju transisi energi nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“KAI menaruh perhatian besar dan siap mendukung langkah selanjutnya dari Kementerian ESDM, yaitu pengembangan B50,” ucapnya.

Mengutip dari Antara, perluasan pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) merupakan bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional serta pencapaian target net zero emission (NZE) 2060.

Anne mengaku KAI sangat antusias dan mendukung penuh rencana transisi ke B50 yang nantinya dapat diterapkan di perkeretaapian. Meskipun demikian, pihaknya tetap akan melakukan uji coba teknis sebelum resmi diluncurkan, karena KAI berkomitmen untuk memastikan keselamatan perjalanan pelanggan.

Pemanfaatan energi terbarukan yang semakin maju membuat industri kereta api semakin unggul dalam menjaga kelestarian alam.

“Kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang ramah lingkungan terus tergambar dari peningkatan volume pelanggan,” beber Anne.

Ia menyebutkan selama Triwulan I 2026, sebanyak 14.515.350 pelanggan menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan Lokal. Angka ini tumbuh 18,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 sebanyak 12.261.632 pelanggan. Selain itu, KAI juga membantu kebutuhan vital masyarakat melalui sistem angkutan logistik yang ia punya. (ant/mar/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 12 April 2026
26o
Kurs