Stephane Dujarric juru bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (13/4/2026), menyerukan desakan kepada Israel dan Lebanon untuk melakukan pembicaraan diplomatik guna mengakhiri konflik.
Ia mengatakan negosiasi secara tidak langsung dilakukan pada Selasa (14/4/2026) di Washington.
“Kami mendorong Lebanon dan Israel untuk memanfaatkan semua jalur diplomatik yang ada untuk segera mengakhiri permusuhan dan menyelesaikan ketentuan yang masih tertunda berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) Nomor 1701,” ungkap Dujarric.
Dujarric juga menyebutkan bahwa PBB siap melakukan kerja sama dengan pihak-pihak yang bersangkutan untuk memfasilitasi upaya diplomatik.
Ia mengungkapkan, Jeanine Hennis-Plasschaert Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon terus menjalankan tugasnya sebagai “penengah” dan mendukung pihak terkait dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen.
Dilansir dari Antara, Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) juga terus menjalankan operasi sebagai pencegahan konflik, memberikan perlindungan warga sipil, serta akses kemanusiaan.
Namun pasukan UNIFIL di lapangan kerap menghadapi hambatan dan perilaku agresif.
“Sebelumnya, tentara Pasukan Pertahanan Israel berupaya menghalangi konvoi PBB di dekat Shama. Namun, konvoi UNIFIL dapat melanjutkan perjalanan setelah beberapa menit. Di tempat lain, tentara Pasukan Pertahanan Israel melepaskan tembakan peringatan di atas posisi UNIFIL di At Tiri, setelah dua insiden sehari sebelumnya ketika tank menabrak kendaraan UNIFIL di dekat Shama,” ujar Dujarric.
Dujarric mengingatkan seluruh pihak berkewajiban dalam melindungi pasukan penjaga perdamaian PBB. (ant/vve/ris/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
