Senin, 20 April 2026

Pemuda Surabaya Dikeroyok Sekelompok OTK Usai Dituduh Nabrak Warga, Motor dan HP-nya Dirampas

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi. Pengeroyokan.

Aksi perampasan barang dengan modus korban dituduh menabrak oleh pelaku kembali terjadi di Kota Surabaya. Kali ini, korbannya inisial NA, seorang pemuda yang dikeroyok dan HP serta motornya dirampas sekelompok orang tak dikenal (OTK), di depan Kampus B Universtas Airlangga (Unair) Surabaya, Sabtu (18/4/2026) malam kemarin.

Korban yang saat itu sedang mengantar temannya asal Semarang inisial I untuk melihat suasana kampus, tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok orang tak dikenal, sekitar pukul 19.30 WIB.

Kejadian itu diceritakan DC, bibi korban kepada Radio Suara Surabaya pada, Minggu (19/4/2026) malam. Saat itu keponakannya sedang melaju pelan, karena I tengah mendokumentasikan suasana kampus. Namun, tiba-tiba keduanya dicegat oleh dua orang tak dikenal.

“Di depan motornya, dia waktu jalan pelan-pelan itu, istilahnya kalau orang Surabaya bilangnya nyegat gitu ya. Langsung gitu misalnya. ‘Eh kamu ya’, modusnya itu ponakan saya sama temannya ini dituduh nabrak warga Karangmenjangan. Nah modusnya begitu,” ujar DC saat menceritakan kejadian tersebut.

DC mengatakan, kemungkinan NA dan I dicegat dan dijadikan target karena keduanya memakai logat Sunda. Selain itu, pelat nomor motor yang dikendarai juga bukan nopol Surabaya.

Dari cerita keponakannya, pelaku awalnya berjumlah dua orang, namun kemudian bertambah menjadi lima orang. Keponakan DC dan temannya itu pun sempat dipisahkan oleh para pelaku, untuk memecah konsentrasi mereka.

Namun, saat itu I berani berdebat, sehingga para pelaku kemudian mengalihkan target sepenuhnya kepada NA yang saat itu membawa sepeda motor Vario 125 hitam nopol T 5499 SX.

“I itu dipisahkan sama ponakan saya. Tapi si anak I ini dia berani debat ‘loh kalau memang saya yang nabrak, kenapa saya yang harus ke korban, mestinya korban yang harus kesini, buktinya mana kalau saya nabrak, motor saya tidak apa-apa’,  pokoknya dia berani debat. Akhirnya yang begalnya ini kalah, dikembalikan lagi. Akhirnya keponakan saya dibawa, dipisahkan lagi sama temannya. Dibawa ke sisi timur dari gedung Pasca (Sarjana Unair) itu,” cerita DC.

Saat itu, NA sebetulnya sempat mendebat para pelaku. Namun kondisi semakin memanas ketika keponakan DC itu dipaksa menyerahkan kunci motor dan ponselnya. Karena berusaha mempertahankan barang miliknya, korban akhirnya dikeroyok dan dipukul.

“Wong lima orang begalnya katanya ponakan saya. Akhirnya opsi terakhir ponakan saya dikeroyok, dia cabut kunci motornya dia lari. Akhirnya ya sempat kena pukul, cuman kena tonjok yang di dagunya itu jadi bibirnya agak berdarah. Dia lari terus ditemukan sama satpam yang di kampus B itu,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, para pelaku berhasil membawa kabur satu unit motor Vario 125 hitam (T 5499 SX) dan sebuah ponsel Redmi Note 11 milik NA. DC menyebutkan bahwa STNK asli dan dompet korban aman karena ditinggal di rumah.

Adapun ponsel korban sempat terlacak melalui fitur pelacakan pada malam yang sama, namun lokasi tersebut kemudian menghilang setelah diduga dilakukan pengaturan ulang pabrik (hard reset) oleh para pelaku.

“Aktif di Dupak jam 8.00 malam. Terakhir itu ya jam 8.00 malam masih ada di Dupak. Terus dia buka jam 1.00 (Minggu dini hari) itu aktif lagi tapi sudah enggak bisa kedetek lokasi sama dia di-restart ulang,” kata DC.

Sesaat setelah kejadian, korban yang terluka dibantu oleh petugas keamanan kampus untuk menuju Polsek Tegalsari. Namun, karena lokasi kejadian masuk wilayah hukum Polsek Gubeng, korban langsung diarahkan menuju Polrestabes Surabaya.

Di Polrestabes Surabaya, kata DC, laporan korban diterima dengan baik dan petugas langsung melakukan proses visum terhadap luka yang diderita korban pada bagian bibir dan dagu. “Dari Tegalsari diarahkan ke Polwil (Polrestabes). Dilayani baik di sana. Langsung divisum malam itu juga,” pungkas DC.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kepolisian, kata DC, juga sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Dari kejadian ini, masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat melintasi area yang sepi pada malam hari, terutama jika dihentikan oleh orang asing dengan modus tuduhan kecelakaan, supaya tidak langsung percaya dan meminta pertolongan orang di sekitar untuk menengahi. (bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
27o
Kurs