Minggu, 14 Juni 2026

Khofifah dan Ketua MA RI Dorong Alumni FH Unair Perkuat Peran untuk Negeri

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) dalam pengukuhan Ikatan IKA Unair Komisariat Fakultas Hukum masa bakti 2025-2030. Foto: Istimewa

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) sekaligus Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair), mengukuhkan Ikatan IKA Unair Komisariat Fakultas Hukum masa bakti 2025-2030.

“Secara resmi mengukuhkan dan melantik saudara-saudara sebagai Pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga Komisariat Fakultas Hukum sebagaimana tersebut dalam surat keputusan,” ujar Khofifah dalam keterangan yang diterima pada Minggu (14/6/2036).

Pengukuhan tersebut, kata Khofifah, harus dibarengi dengan semangat pengabdian kepada almamater dan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Saya berharap IKA Unair menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat untuk menghadirkan berbagai pemikiran, inovasi, dan solusi kebijakan untuk pembangunan bangsa,” terangnya.

Sunarto Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia yang juga Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unair menyatakan, alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis, seperti lembaga penegak hukum hingga pemerintahan dan dunia usaha punya posisi penting untuk berkolaborasi dan berkontribusi bagi almamater maupun masyarakat luas.

“IKA FH Unair memang memiliki banyak variabel di dalamnya, tidak hanya berada di jajaran penegak hukum, tetapi juga di pemerintahan. Ada yang menjadi advokat, notaris, anggota kepolisian, kejaksaan, Mahkamah Agung, hingga badan peradilan,” ucapnya.

Ia menilai bahwa alumni memiliki fungsi strategis sebagai jembatan antara kampus dengan dunia profesional. Melalui jejaring yang luas, alumni dapat membuka peluang, memberikan informasi, serta membantu generasi muda yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Sunarto mengibaratkan kekuatan alumni seperti seikat lidi. Menurutnya, jika berdiri sendiri-sendiri, kontribusi yang diberikan akan terbatas. Namun ketika disatukan dalam satu visi dan koordinasi yang baik, kekuatan tersebut akan menjadi sangat besar.

“Sesuatu yang terpisah juga bisa berperan, tetapi perannya kecil. Kalau kita bersatu dan berkoordinasi dengan baik, peran itu menjadi besar. Seperti lidi, kalau tidak diikat hanya punya fungsi terbatas. Tetapi kalau disatukan dan diikat dengan baik, manfaatnya jauh lebih besar,” katanya.

Sunarto juga mengajak seluruh alumni untuk terus menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, setiap persoalan selalu memiliki jalan keluar selama diselesaikan dengan kepala dingin dan semangat mencari solusi.

“Segala tantangan pasti ada solusinya dan yang penting jangan mengedepankan emosi dalam menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Syaiful Ma’arif Ketua IKA Unair Komisariat Fakultas Hukum menegaskan, kepengurusan yang baru sepakat mengusung konsep “Gotong Royong” yang bertujuan menghimpun seluruh potensi alumni untuk memberikan manfaat bagi almamater dan masyarakat.

“Judul besar kami adalah Gotong Royong Berbakti untuk Almamater, seluruh pengurus hadir untuk mengabdi,” ucapnya.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini ditanamkan Unair kepada para mahasiswanya, yakni menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian. (ris/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 14 Juni 2026
32o
Kurs