Antonio Guterres Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk keras serangan yang menyebabkan seorang anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) asal Prancis meninggal, serta melukai tiga orang lainnnya di hari yang sama.
“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus dihentikan. Serangan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006) serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” ungkap Stephane Dujarric juru bicara Guterres, Senin (20/4/2026) yang dikutip Antara.
Dujarric juga menyampaikan kepada semua pihak untuk terus memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional yang berlaku, memastikan keselamatan personel PBB, menjaga properti dan aset PBB, dan menghormati kebebasan bergerak pasukan UNIFIL.
“Semua serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus segera diselidiki, dan pihak yang bertanggung jawab harus dituntut secara efektif dan dimintai pertanggungjawaban,” ungkapnya.
Disebutkan dalam pernyataan tersebut bahwa penilaian awal UNIFIL menunjukkan bahwa pasukan penjaga perdamaian diserang oleh salah satu pihak non-negara, yang diduga adalah Hizbullah.
Hal itu ditemui saat menyelidiki lokasi alat peledak rakitan yang diduga ditempatkan di jalan di antara dua posisi PBB yang terletak di area operasi UNIFIL di Lebanon selatan.
Insiden ini merupakan kejadian ketiga kalinya dalam beberapa pekan terakhir yang mengakibatkan kematian anggota pasukan penjaga perdamaian yang bertugas dengan UNIFIL.
Insiden ini terjadi terlepas dari gencatan senjata selama 10 hari yang diumumkan pada 16 April lalu, dan pernyataan tersebut juga mendesak semua pihak untuk menghormati gencatan senjata dan menghentikan tindakan penembakan.
“Sekjen (PBB) menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, kerabat, dan kolega dari anggota pasukan penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada pemerintah dan rakyat Republik Prancis. Dia mendoakan agar para anggota pasukan penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya,” ungkap pernyataan tersebut. (ant/rzl/bil/iss)








