Senin, 20 April 2026

23 Katering Sajikan Masakan Nusantara untuk Jemaah Calon Haji di Madinah

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Mochamad Irfan Yusuf Menteri Haji dan Umrah mengecek kesiapan dapur penyedia katering bagi jemaah haji Indonesia 1447H/2026M di Madinah, Rabu (18/2/2026). Foto: Kemenhaj

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melaporkan sebanyak 23 dapur atau katering siap melayani jemaah calon haji gelombang pertama yang berangkat dari Indonesia ke Madinah.

Beny Darmawan Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah memastikan makanan yang akan dikonsumsi jemaah bercita rasa Nusantara, sehingga tidak perlu risau selama berada di Madinah sekitar sembilan hari.

“Seluruhnya sudah diseleksi oleh Kemenhaj Republik Indonesia,” ujar Beny dalam keterangan yang dilansir Antara, Senin (20/4/2026).

Selama tinggal di Madinah, jemaah Indonesia akan mendapatkan makan sebanyak 27 kali atau tiga kali sehari dengan menyesuaikan kebiasaan masyarakat Indonesia yang makan di waktu pagi, siang, dan menjelang malam.

Beny mengatakan seluruh bumbu yang digunakan dalam meracik menu masakan didatangkan dari Indonesia dalam bentuk pasta atau sudah racikan. Bumbu pasta asli Indonesia jauh lebih memudahkan dalam proses distribusi hingga produksi, jika dibanding harus mendatangkan bumbu secara mentah.

Mochamad Irfan Yusuf Menteri Haji dan Umrah mengecek kesiapan dapur penyedia katering bagi jemaah haji Indonesia 1447H/2026M di Madinah, Rabu (18/2/2026). Foto: Kemenhaj

Tidak hanya bumbu, juru masak juga menjadi syarat yang harus dipatuhi oleh dapur yang bekerja sama dengan Kemenhaj RI. Setiap dapur harus memiliki setidaknya dua orang koki utama dan empat orang asisten yang berasal dari Indonesia.

“Itu menjadi kewajiban dan alhamdulillah mampu dipenuhi oleh seluruh dapur yang sudah diseleksi Kemenhaj,” kata dia.

Sementara bagi jemaah calon haji lanjut usia (lansia), menunya akan menyesuaikan agar nutrisi mereka tetap terpenuhi serta dapat disesuaikan dengan permintaan.

“Kalau untuk lansia ini sesuai kontrak yang sudah dibuat, jemaah bisa minta menu. Sebenarnya menu sama, tapi biasanya nasi buat bubur atau lebih lunak agar bisa lebih dicerna,” kata dia.

Maka dari itu, jemaah calon haji Indonesia tidak perlu khawatir dengan kondisi makanan seiring jaminan yang sudah dipastikan oleh petugas. Makanan akan dicek dan diawasi sebelum sampai di hidangan jemaah.

Pengecekan sampel dilakukan di tiga lokasi, yakni di kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan di sektor tempat jemaah berada.

“Pengawasan terakhir nanti ada petugas konsumsi di hotel yang memeriksa makanannya. Pengawasan juga sudah dilakukan di kantor Daker dan KKHI,” katanya.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
34o
Kurs