Selasa, 21 April 2026

Campus League Surabaya 2026 Siap Digelar, 24 Tim Berebut Tiket Nasional

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ryan Gozali CEO Campus League (kiri) dalam grand launching Campus League di Jakarta pada Senin (20/4/2026). Foto: Campus League

Campus League Musim 1 Regional Surabaya akan digelar pada 22–29 April 2026 di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ajang ini menjadi penanda dimulainya musim kompetisi secara nasional, dengan total 24 tim dari 17 0kampus siap bersaing memperebutkan tiket ke fase puncak.

Sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri akan bertarung dalam turnamen ini. Partisipasi tak hanya datang dari kampus di Surabaya dan Malang, tetapi juga dari luar Pulau Jawa seperti Universitas Cenderawasih dan Universitas Ciputra Makassar.

Pada fase penyisihan, sektor putra dibagi ke dalam empat grup, sedangkan sektor putri terbagi menjadi dua grup. Persaingan ketat sudah diprediksi sejak awal, khususnya di Grup D putra yang mempertemukan tim-tim unggulan seperti Universitas Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Katolik Darma Cendika.

Sementara itu, Universitas Cenderawasih tergabung di Grup A bersama Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Ciputra Surabaya.

Adhika Putra Wicaksono ofisial tim Universitas Surabaya menegaskan target tinggi timnya pada musim ini.

“Kami memiliki ambisi besar untuk menjuarai The National. Oleh karena itu, di Regional Surabaya ini kami akan berjuang maksimal untuk meraih posisi pertama,” ujarnya.

Di sektor putri, tuan rumah Universitas Negeri Surabaya berada di Grup F bersama tim kuat seperti Universitas Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Airlangga.

Aisya Nayla Bihesti Zewar pemain Unesa mengakui grup tersebut sangat kompetitif.

“Tentu ada kewaspadaan tersendiri karena kami berada di grup yang kompetitif bersama tim-tim unggulan,” ungkapnya.

Sementara itu, Grup E sektor putri akan menjadi panggung persaingan kampus-kampus asal Malang seperti Universitas Brawijaya, Universitas Ma Chung, dan Universitas Negeri Malang, yang juga akan menghadapi perwakilan Makassar, Universitas Ciputra Makassar.

Dave Leopold Head of Competition Campus League menjelaskan adanya pembaruan regulasi pada musim ini, termasuk kebijakan yang memperbolehkan setiap tim mendaftarkan satu pemain profesional dan satu pemain asing.

“Di usia mahasiswa, pemain profesional sering kali memiliki menit bermain yang minim di klubnya. Sesuai arahan dari Perbasi, kami membolehkan setiap tim menggunakan satu pemain pro,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemain asing yang diperbolehkan tampil harus berstatus mahasiswa aktif penuh waktu dan memenuhi seluruh persyaratan administratif yang berlaku.

Dari sisi kompetisi, sistem round-robin akan digunakan pada fase grup. Di sektor putra, hanya juara grup yang berhak melaju ke semifinal. Sedangkan sektor putri akan meloloskan juara grup dan runner-up ke babak empat besar dengan sistem gugur.

Juara dan runner-up Regional Surabaya nantinya akan melaju ke fase nasional, The National, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 6–13 Juni 2026. Tim terbaik di tingkat nasional akan mewakili Indonesia pada ajang Asian University Basketball League 2027.

Seluruh pertandingan akan menggunakan regulasi resmi FIBA, termasuk durasi permainan 4×10 menit waktu bersih serta aturan ketat terkait keseragaman jersey.

 

Campus League Resmi Diluncurkan

Kompetisi olahraga antarperguruan tinggi, Campus League, resmi meluncurkan Musim 1 melalui acara Grand Launching di UP at Thamrin Nine, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ryan Gozali CEO Campus League mengatakan, peluncuran ini menjadi tonggak sejarah lahirnya ekosistem olahraga kampus di Indonesia yang tidak sekadar berfokus pada penyelenggaraan event sementara, tetapi juga membangun infrastruktur jangka panjang demi mendukung masa depan student-athlete (atlet mahasiswa) Tanah Air.

Ia menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir untuk menjawab tantangan terkait masa depan mahasiswa yang aktif berolahraga, namun tidak menjadikan atlet profesional sebagai jalan karier utama mereka setelah lulus.

Ryan menegaskan, Campus League hadir untuk memastikan pengalaman kompetitif di kampus menjadi investasi berharga bagi pembentukan karakter dan karier profesional mereka.

“Statistik menunjukkan bahwa 99 persen atlet mahasiswa tidak akan berkarier sebagai atlet profesional. Namun, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi profesional yang unggul di berbagai sektor industri,” ujar Ryan.

Ryan menjelaskan bahwa mentalitas yang ditempa melalui kompetisi olahraga menghasilkan soft skills krusial seperti manajemen waktu, resiliensi (ketangguhan), disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, Campus League hadir tidak sekadar sebagai penyelenggara liga, melainkan sebagai infrastruktur pengembangan diri yang menjadikan olahraga sebagai sarana strategis dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia yang komprehensif.

Campus League berlandaskan pada tiga pilar utama: Akademik (Academics), Atletisme (Athleticism), dan Afiniti (Affinity). Ketiga fondasi ini dirancang agar generasi muda Indonesia memiliki pendidikan formal yang berkualitas, fisik yang tangguh, serta kepekaan sosial yang tinggi.(saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 21 April 2026
28o
Kurs