Kejuaraan Muay Thai Piala Wali Kota Surabaya tidak hanya menarik perhatian para atlet, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk menyaksikan langsung pertandingan di mal City of Tomorrow (Cito) Surabaya.
Antusiasme penonton terlihat dari banyaknya pengunjung yang memadati arena pertandingan pada hari, Sabtu (25/4/2026).
Juni, salah satu penonton yang berasal dari Tuban, mengaku baru pertama kali menyaksikan pertandingan Muay Thai secara langsung. Ia datang sebagai penonton saja tanpa memiliki kerabat atau kenalan yang bertanding.
“Nonton pertandingannya pertama kali ini, dan hari ini memang cuma nonton aja.” ujar Juni kepada suarasurabaya.net di lokasi.
Ketertarikan Juni menonton pertandingan ini berawal dari kegemarannya terhadap olahraga bela diri. Ia mengaku menyukai berbagai jenis olahraga seperti silat maupun tinju, sehingga merasa tertarik untuk melihat langsung seperti apa pertandingan Muay Thai.
“Saya juga suka olahraga silat maupun pertandingan boxing dan yang lainnya, makanya pengen nonton saja,” katanya.
Menurutnya, suasana pertandingan berlangsung tertib dan kondusif. Ia juga menilai jalannya pertandingan cukup seru sehingga membuat penonton tetap antusias mengikuti setiap pertandingan.
“Suasananya cukup kondusif dan juga untuk pertandingannya cukup seru juga,” tambahnya.

Juni juga menilai kejuaraan seperti ini penting bagi kota besar seperti Surabaya. Ia berpendapat kegiatan olahraga dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan minat mereka ke arah yang lebih bermanfaat.
“Daripada untuk anak muda yang pergaulannya nggak jelas, mending dialihkan ke olahraga-olahraga kayak gini (bela diri)” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Bagas, mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) asal Sidoarjo, juga mengaku baru pertama kali menonton pertandingan Muay Thai secara langsung. Ia datang untuk mendukung anggota keluarganya yang ikut bertanding sekaligus menikmati turnamen.
“Yang pertama ada keluarga, terus kemudian niat nonton juga. Apalagi ajang seperti ini positif buat anak-anak muda daripada ‘gelut di jalan’, mending digunakan untuk olahraga seperti ini dan jadi prestasi,” kata Bagas.
Bagas menilai kualitas pertandingan juga mengalami peningkatan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun kemampuan para atlet yang bertanding.
“Kualitas pertandingan dari pengelolaan kepanitiaan cukup baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kemudian perkembangan atlet di tahun ini sangat pesat, lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Bagas juga mengaku tertarik untuk terus mendukung kejuaraan seperti ini. Selain seru untuk ditonton, ia juga melihat kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pengembangan olahraga nasional melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Pertandingan olahraga seperti ini pertama positif, yang kedua juga seru. Apalagi Indonesia juga mengembangkan DBON, jadi saya sedikit-sedikit menonton,” katanya.
Bagas berharap pengelolaan cabang olahraga Muay Thai semakin profesional, terutama dalam memperhatikan kesejahteraan dan perlindungan atlet.
“Harapannya lebih baik lagi, dari pengurus juga lebih diperhatikan dan lebih profesional. Jangan sampai terjadi masalah lain seperti di cabang olahraga lain,” pungkasnya. (rzl/bil/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
