Sabtu, 25 April 2026

Ingin Saingi Starlink, China Berencana Luncurkan 200 Ribu Satelit ke Luar Angkasa

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi satelit di ruang angkasa. Foto: Anadolu

China berencana melakukan peluncuran sekitar 200 ribu satelit ke luar angkasa untuk bersaing dengan layanan internet satelit Starlink milik perusahaan Amerika Serikat (AS) SpaceX.

Melansir Antara, Sabtu (25/4/2026), Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk teknologi informasi dan komunikasi mengatakan China telah mengajukan rencananya dengan memberi alokasi pita frekuensi radio dan orbit satelit.

ITU menyampaikan bahwa proposal peluncuran ratusan ribu satelit dari China menjadi tanda kekuatan ekonomi Asia dalam membangun versi layanan seperti Starlink.

Sistem Starlink menghubungkan satelit di orbit rendah menggunakan perangkat pengguna portabel, serta menawarkan layanan internet yang lebih cepat dari layanan satelit lainnya.

Berdasarkan data ITU, institusi penelitian China di Hevei telah mengusulkan penempatan terhadap 193.400 satelit ke orbit pada Desember lalu. Selain itu, beberapa perusahaan komunikasi di Beijing dan Shanghai juga telah mengajukan izin untuk meluncurkan sedikitnya 10 ribu satelit.

Sistem pengalokasian orbit satelit yang ditetapkan oleh ITU didasarkan pada siapa yang lebih dulu mendaftar. Layanan Starlink diketahui menggunakan sekitar 10 ribu satelit.

Pejabat otoritas angkasa China mengungkapkan bahwa frekuensi radio dan orbit satelit bersifat terbatas, sehingga permohonan untuk menggunakan aset itu harus segera diajukan. Pengembangan jaringan komunikasi satelit ini telah menjadi rencana pembangunan ekonomi lima tahun di China hingga tahun 2030.

Meski demikian, terdapat kekhawatiran China bahwa layanan Starlink di Taiwan dan sekitarnya mampu melakukan pengintaian dan pengumpulan sistem intelijen, yang dianggap membantu AS dalam mempertahankan Taiwan.

Di sisi lain, China mengakui Taiwan sebagai bagiannya dan akan terus mengupayakan kekuasaan atas wilayah tersebut, termasuk pengerahan militer jika dibutuhkan.

Namun, sejumlah pengamat menilai rencana peluncuran satelit oleh China tidak mungkin terjadi secara teknis. Kazuto Suzuki akademisi dan ahli kebijakan sains serta teknologi terkemuka dari Jepang menganggap rencana China tidak realistis dan dilakukan hanya untuk memamerkan kemampuan kepada AS.

Selain rencana peluncuran satelit, China juga sedang mengupayakan rencana pendaratan manusia di Bulan pada tahun 2030 sebagai upaya Xi Jinping Presiden China menjadikan negara pimpinannya sebagai negara adidaya di bidang angkasa.

Menurut kantor berita Xinhua, Beijing berencana meluncurkan misi penerokaan di Mars pada 2028 dan membawa sampel dari Mars ke Bumi pada 2031. (ant/vve/bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Sabtu, 25 April 2026
29o
Kurs