Selasa, 28 April 2026

Menkeu: Gen Z Biasanya Sok Tahu Saat Main di Pasar Modal

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan saat Media Briefing di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai karakter Gen Z saat bermain di pasar modal adalah sok tahu. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) menekankan, untuk mendapatkan keuntungan berinvestasi di pasar modal, haruslah memiliki ilmu terlebih dahulu.

“Sekarang juga banyak Gen Z yang berinvestasi di pasar modal kan? Sekitar 57 pesen. Kalau Gen Z sih biasanya sok tahu, kayak saya lah. Main tidak apa-apa, kalau dibekali ilmu yang cukup,” kata Purbaya pada acara Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Main Hall BEI, Senin (27/4/2026).

Purbaya menyarankan, di awal investasi Gen Z bisa mendapatkan bantuan dari ahli. Tidak hanya menitipkan investasi, tapi Gen Z juga diminta belajar dari ahlinya.

“Tapi kalau enggak cukup, biar aja ahlinya yang bekerja, Anda pelajari si ahli itu kerjanya gimana. Nanti kalau Anda merasa lebih jago, baru tendang Anda langsung pasar saham,” tambahnya.

Katanya jago berinvestasi tidaklah instan, investor harus terjun ke pasar saham, belajar, dan menambah pengetahuan.

“Jadi intinya bagi investor muda untuk berhasil berinvestasi, bukan otomatis kalau Anda masuk ke pasar saham langsung jadi jago, Anda pelajari dulu pengetahuannya baru nanti Anda bisa untung lebih tinggi dari profesional-profesional yang di pasar modal atau yang diasosiasi ini. Kalau Anda memang jago, tapi kalau enggak ikutin aja dulu sambil belajar,” ujarnya.

Menkeu mengingatkan, investasi selalu memiliki risiko.

“Jadi berinvestasi selalu ada risikonya. Katanya high risk high gain, no risk no gain, low risk low gain. Selalu ada itu. Kalau Anda nabung di bank, itu bukan di hitung investasi. Karena aman, resikonya tinggal di banknya saja,” ujarnya.

Meksi begitu, Purbaya mengatakan Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia jadi salah satu solusi bagi pemula untuk berinvestasi.

“Ada ahli yang mengelola di pasar modal. Mereka cukup baik. Ada resiko tapi biasanya lebih terukur. Program Pintar adalah jawaban atas resiko-resiko yang ada pada reksa dana tradisional,” pungkasnya.(lea/lta/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 28 April 2026
29o
Kurs