Senin, 4 Mei 2026

Pentingnya Protein untuk Kesehatan Tubuh, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi- Makanan bernutrisi seperti karbohidrat, protein dan serat makanan. Foto: Getty Images Ilustrasi- Makanan bernutrisi seperti karbohidrat, protein dan serat makanan. Foto: Getty Images

Protein bukan sekadar nutrisi tambahan bagi atlet, melainkan fondasi penting yang menopang kesehatan dan kebugaran tubuh dalam kehidupan sehari-hari.

Krissy Ladner ahli gizi menegaskan bahwa konsumsi protein yang cukup dan konsisten berperan besar dalam menjaga kekuatan, daya tahan, serta energi tubuh di tengah aktivitas rutin.

“Protein bukan hanya untuk atlet atau tujuan tertentu. Ini adalah nutrisi harian yang mendukung pergerakan, pemulihan, dan vitalitas jangka panjang,” ujar Ladner, Senin (4/5/2026).

Dijelaskan bahwa protein memiliki fungsi utama sebagai bahan pembangun dan perbaikan jaringan otot. Setiap aktivitas fisik, mulai dari berjalan hingga olahraga intensitas tinggi, menyebabkan tekanan pada serat otot.

Dalam kondisi ini, tubuh membutuhkan asupan protein untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus mempertahankan massa otot tanpa lemak.

Lebih jauh, Ladner menjelaskan bahwa massa otot tanpa lemak berkaitan erat dengan sistem metabolisme. Jaringan otot merupakan jaringan aktif yang memengaruhi cara tubuh membakar energi, sehingga keberadaannya sangat penting dalam menjaga keseimbangan metabolik.

Salah satu kesalahan umum dalam pola makan adalah mengonsumsi protein hanya pada waktu tertentu, seperti setelah olahraga. Padahal, Ladner menyarankan distribusi asupan protein secara merata sepanjang hari untuk hasil yang lebih optimal.

“Pendekatan ini membantu menjaga energi tetap stabil, mempertahankan massa otot, dan mengontrol nafsu makan,” katanya dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, mengombinasikan protein dengan karbohidrat setelah aktivitas fisik dapat membantu mengisi ulang cadangan energi sekaligus mempercepat pemulihan otot.

Dalam memilih sumber protein, kualitas dan variasi menjadi kunci. Protein hewani tanpa lemak seperti ikan, unggas, telur, dan produk susu rendah lemak dikenal kaya akan asam amino esensial yang mudah diserap tubuh.

Di sisi lain, sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, kedelai, biji-bijian, dan gandum utuh juga memberikan manfaat tambahan berupa serat dan fitonutrien yang mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Rutinitas modern sering kali membuat pemenuhan kebutuhan protein menjadi tantangan. Untuk mengatasinya, Ladner menyarankan alternatif praktis seperti camilan tinggi protein, smoothie, atau shake yang mudah dikonsumsi tanpa perlu porsi besar.

Selain itu, kebutuhan protein menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Memasuki usia paruh baya, tubuh cenderung mengalami penurunan kemampuan dalam mempertahankan massa otot, yang berdampak pada kekuatan, keseimbangan, dan mobilitas.

“Menjaga massa otot tidak hanya berkaitan dengan performa, tetapi juga fungsi sehari-hari seperti menaiki tangga, membawa belanjaan, atau menjaga keseimbangan tubuh,” jelasnya.

Ladner menekankan bahwa konsumsi protein tidak harus berlebihan atau dilakukan secara ekstrem. Kunci utamanya adalah konsistensi melalui kebiasaan sederhana, seperti menambahkan sumber protein dalam menu sarapan dan menjaga keseimbangan pola makan harian. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 4 Mei 2026
28o
Kurs