Sabtu, 20 Juni 2026

Trump Tunda Sementara Project Freedom di Selat Hormuz

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Donald Trump Presiden AS saat berbicara dengan wartawan selama konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4/2026) di Washington. Foto: Reuters

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyatakan penundaan “Project Freedom” oleh militer AS pada Selasa (5/5/2026) guna mengembalikan kebebasan perjalanan bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.

Trump menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain. Selain itu, menurut Trump militer AS telah meraih puncak keberhasilan selama masa konflik dengan Iran.

Presiden AS tersebut mengatakan kesepakatan dengan Iran telah menunjukkan kemajuan besar dan menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran.

Oleh karena itu, ia menghentikan sementara proyek kebebasan itu untuk melihat apakah kesepakatan dapat segera selesai dan ditandatangani.

“Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer luar biasa yang telah kita raih selama kampanye melawan negara Iran dan, selain itu, fakta bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran, kita telah sepakat bersama bahwa, sementara blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan (Pergerakan Kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah kesepakatan tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani,” tulis Donald Trump di platform Truth Social miliknya, dilansir dari Anadolu.

Minggu (3/5/2026) lalu, Trump mengumumkan “Project Freedom” dan berkomitmen untuk mengawal kapal-kapal komersial untuk melaui Selat Hormuz di tengah penjagaan ketat Iran terhadap jalur perairan strategis tersebut.

Pada Selasa (5/5/2026), Iran turut memberlakukan mekanisme baru yang mengatur transit kapal melewati Selat Hormuz.

Sistem yang dilakukan Iran itu meliputi pengiriman email dari Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) kepada kapal-kapal yang hendak lewat yang berisikan peraturan transit. Kapal-kapal tersebut harus mematuhi kerangka kerja yang telah diatur sebelum akhirnya mendapat izin transit.

Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel bereskalasi sejak 28 Februari dengan AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Teheran yang mengundang Iran untuk melakukan blokade terhadap Selat Hormuz.  (vve/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 20 Juni 2026
28o
Kurs