Delta Raharja Ketua Umum Event Owners Indonesia kumpulan para pelaku industri event menyebut, dampak efisiensi Pemerintah yang dimulai awal 2025 lalu lebih parah dibandingkan Pandemi Covid-19.
Dia mengatakan, pada Januari-April 2026, penurunan event sudah hampir 60 persen dibandingkan tahun lalu. Jika kondisi ini berlanjut, para pelaku industri event akan gulung tikar.
“Karena di Pandemi Covid-19 tentunya kami juga sangat terdampak karena ekonomi kreatif ketika di subsektor kami mengumpulkan orang event, konser, segala macam itu tentu sangat terdampak. Nah, ternyata setelah sedikit bernafas lega pascapandemi, ternyata kena lagi nih posisi di sini,” ungkapnya dikutip, Rabu (6/5/2026).
Dia berharap, Pemerintah memberi perhatian terhadap keberlanjutan industri event, yang turut menyumbang 10 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim dengan total 3,8 juta pekerja.
“Tolong juga kami diperhatikan agar kebijakan-kebijakan yang ada dari pemerintah pusat yang akhirnya diikuti oleh tentunya pemerintah daerah itu betul-betul bisa selektif tidak lalu kemudian main coret saja dari ekonomi kreatif di dunia event coret-coret, jangan seperti itu karena dampaknya luar biasa seperti itu,” bebernya.
Di organisasi Event Owners Indonesia, ada 200 pengusaha di seluruh Indonesia yang mayoritas bergantung pada Pemerintah karena berada di daerah, bukan kota besar.
“Ketika Pemerintah tidak bergerak, mesinnya tidak bergerak tentunya dalam hal ini, efeknya pasti luar biasa,” ungkapnya.
Delta berharap, Pemerintah mau berdiskusi bersama untuk merumuskan formula efisiensi agar dampak negatif terhadap pertumbuhan industri event tidak semakin parah.(lta/rid)
NOW ON AIR SSFM 100


