Rabu, 6 Mei 2026

Epidemiolog Ungkap Cara Penularan Virus Hanta dari Tikus ke Manusia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Hantavirus pulmonary syndrome atau virus hanta. Foto: Adobe Stock

Dicky Budiman epidemiolog dari Griffith University mengungkapkan bahwa virus hanta dapat menular melalui partikel udara yang berasal dari debu urin, kotoran, maupun air liur tikus yang terinfeksi.

Menurutnya, penularan terjadi ketika manusia menghirup aerosol yang terbentuk dari sisa ekskresi tikus yang telah mengering.

Hantavirus pulmonary syndrome adalah penyakit zoonosis dari keluarga hantavirus. Cara penularan utamanya melalui inhalasi aerosol, yaitu terhirup dari debu urin yang mengering, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi,” ujar Dicky dilansir dari Antara pada Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, selain melalui udara, penularan juga dapat terjadi saat seseorang bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi urin atau kotoran tikus. Namun, tidak semua jenis virus hanta mudah menular antarmanusia.

“Penularan antarmanusia sangat terbatas dan hanya terjadi pada strain tertentu, seperti virus Andes, itu pun melalui kontak yang sangat dekat,” jelasnya.

Dicky memaparkan, infeksi virus hanta memiliki tahapan klinis yang berkembang cepat. Pada fase awal, penderita biasanya mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, dan tubuh lemas.

Kondisi tersebut dapat memburuk dalam waktu singkat menuju fase kritis, ditandai dengan kerusakan pembuluh darah di paru-paru dan kebocoran cairan yang menyebabkan edema hingga gagal napas akut.

“Kematian bisa mencapai 40 persen, terutama akibat vascular leakage syndrome, di mana paru-paru terisi cairan dan terjadi hipoksia berat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perburukan kondisi dapat terjadi hanya dalam hitungan hari, sehingga deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci utama meningkatkan peluang keselamatan pasien.

“Diagnosis yang cepat dan tepat sangat menentukan untuk mencegah pasien masuk ke fase paru berat yang berisiko fatal,” katanya.

Hingga saat ini, belum tersedia terapi antivirus spesifik untuk infeksi virus hanta. Penanganan yang dilakukan bersifat suportif, seperti pemberian oksigen menggunakan ventilator serta pengelolaan cairan tubuh secara ketat.

Meski demikian, Dicky menilai potensi virus ini menjadi pandemi global relatif kecil, karena jalur penularan utamanya bukan melalui interaksi antarmanusia.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area berisiko tinggi seperti kapal laut, gudang tertutup, atau ruangan dengan ventilasi buruk yang memungkinkan paparan kotoran tikus. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 6 Mei 2026
33o
Kurs