Lukman Sadaya Ketua Backstagers Jatim menyebut, pelaku industri event terancam kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan Pemerintah.
Ancaman PHK itu, kata Lukman, karena penurunan event di Jawa Timur pada kuartal I 2026 sudah mencapai 60 persen dibandingkan tahun lalu.
Pada tahun 2025, sudah ada pengurangan di setiap perusahaan sebanyak 20-30 pekerja.
“Kalau terus akan dibiarkan seperti ini tidak ada policy atau stimulus dari Pemerintah, ini bisa jadi akan naik sekitar 30 sampai 40 persen lagi dari seluruh total average yang ada di data kami,” ungkapnya.
Data itu, lanjutnya, baru pekerja in house. Sementara, freelancer yang jumlahnya di Jawa Timur mencapai 12 ribuan orang juga terancam non job.
Kalau kondisi ini masih berkepanjangan, PHK akan terjadi pada kuartal II 2026.
“Mudah-mudahan dari industri kreatif ini terutama di industri event kami tidak mati dalam tanda kutip ya, industri ini tidak mati dan kami terus berjuang untuk industri ini terus eksis,” tandasnya. (lta/rid)
NOW ON AIR SSFM 100


