Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 dibandingkan periode triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan 5,61 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi 13,14 persen.
Sementara, dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P)mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu 21,81 persen.
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) meminta semua pihak tidak menjelek-jelekkan kondisi perekonomian dan fiskal.
“Kita udah keluar dari kutukan pertumbuhan lima persen kan, 5,61 persen. Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada. Temen-temen juga bantu doain dong, jangan dijelek-jelekin terus. Fiskal bagus dibilang jelek,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurut Purbaya, kondisi fiskal Indonesia bagus dan defisit juga terkendali. Bahkan, kondisi pertumbuhan ekonomomi Indonesia lebih bagus dari negara-negara lainnya, seperti China dan Amerika Serikat.
Ekonomi sejumlah negara mitra dagang utama juga mencatat pertumbuhan yang positif pada triwulan 1-2026, di antaranya: Vietnam 7,8 persen, Malaysia 5,3 persen, Tiongkok 5,0 persen, Singapura 4,6 persen, Korea Selatan 3,6 persen, dan Amerika Serikat 2,7 persen.
#infografiSS #suarasurabaya

NOW ON AIR SSFM 100

