Kamis, 7 Mei 2026

Prancis Tegaskan Tak Akan Cabut Sanksi ke Iran Selama Selat Hormuz Masih Diblokade

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Jean-Noel Barrot Menteri Luar Negeri Prancis. Foto: Anadolu, Kamis (7/5/2026).

Jean-Noel Barrot Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis menyatakan negaranya tak akan mencabut sanksi terhadap Iran, selama Selat Hormuz masih diblokade.

“Kami sendiri telah memberlakukan sanksi signifikan terhadap Iran. Tetapi tidak mungkin sanksi apa pun dicabut selama selat seperti Selat Hormuz masih diblokir,” kata Barrot kepada stasiun televisi Prancis RTL pada Kamis (7/5/2026).

Ia menekankan, sebaiknya pembukaan kembali selat tersebut segera dilakukan, seraya menyerukan hal itu sebagai, “kebaikan bersama umat manusia.”

“Hal itu tidak dapat diblokir, dikenakan biaya tol, atau digunakan sebagai alat tawar-menawar atau pemerasan,” tambah Barrot yang dikutip dari Anadolu.

Barrot juga menegaskan, pihaknya harus memastikan agar tidak kembali berada dalam situasi yang membuat mereka menanggung konsekuensi dari perang yang tidak mereka pilih.

“Itulah mengapa kita harus fokus pada bagaimana Eropa dapat melepaskan diri dari semua ketergantungan pada hidrokarbon dan minyak, tidak lagi bergantung pada minyak, tidak lagi bergantung pada teknologi digital,” tegasnya.

“Singkatnya, tidak lagi bergantung pada hal-hal yang, dengan satu atau lain cara, menyeret kita ke dalam konflik, bencana, dan krisis di mana kita bukanlah peserta,” tambah Barrot.

Barrot juga mengecam serangkaian serangan yang terjadi belakangan ini terhadap kapal milik perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM, sejumlah kapal lainnya, dan infrastruktur energi di Uni Emirat Arab (UEA) yang diduga menjadi sasaran Iran.

Ia menyebut hal itu sebagai tindakan yang menurutnya tidak dapat diterima dan patut untuk dikutuk. “Semua serangan terhadap infrastruktur sipil patut dikecam,” ujarnya.

Ia menegaskan, Prancis bukan target langsung dalam serangan terhadap kapal CMA CGM, karena kapal itu berlayar di bawah bendera Malta dan diawaki kru asal Filipina.

“Secara tegas, itu bukanlah kapal Prancis, karena berlayar di bawah bendera Malta dan awak kapalnya adalah orang Filipina,” pungkasnya.(mar/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 7 Mei 2026
29o
Kurs