Rabu, 23 September 2026

IDI: Burnout Bukan Alasan Nakes Boleh Berkomentar Nirempati ke Pasien

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Wiweka Wakil Ketua PB IDI di Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: Antara

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan, kondisi burnout (kelelahan fisik maupun mental) bukan alasan bagi tenaga kesehatan (Nakes) maupun tenaga medis untuk boleh berkomentar nirempati kepada pasien.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi dugaan komentar nirempati sejumlah tenaga kesehatan di media sosial terhadap Yusrizal Tri Chaerawan, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kemudian meninggal dunia.

Wiweka Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI mengatakan, dokter wajib menjaga kesehatan fisik dan mental, termasuk mencegah risiko burnout, sebagaimana diatur dalam Pasal 21 Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI).

Namun, kelelahan tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengabaikan etika dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Ya mungkin dia kelelahan atau apa, tapi dalam ranah atau rangka pelaksanaan pelayanan kesehatan atau praktek profesinya dia harus mampu mengedepankan etika. Itu tidak dibenarkan,” kata Wiweka di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 23 September 2026
26o
Kurs