Senin, 11 Mei 2026

OJK Optimistis Reformasi Pasar Modal Beri Keuntungan Jangka Panjang

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. IHSG ditutup melemah pada Jumat (7/5/2021). Foto: Antara

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini reformasi integritas pasar modal Indonesia akan memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.

Meski berpotensi memicu perubahan komposisi saham Indonesia dalam indeks MSCI pada hasil rebalancing yang dijadwalkan diumumkan Selasa (12/5/2026).

Friderica Widyasari Dewi Ketua Dewan Komisioner OJK, mengatakan, pembenahan fundamental pasar modal memang dapat menimbulkan dampak jangka pendek. Namun, menurutnya, langkah tersebut diperlukan demi menciptakan pasar keuangan yang lebih sehat, transparan, dan berintegritas.

“Dengan perbaikan, reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya. Dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain, tapi insyaallah long term gain,” katanya di BEI, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Friderica atau akrab disapa Kiki menilai, potensi perubahan komposisi saham Indonesia dalam indeks MSCI merupakan konsekuensi dari upaya pembenahan fundamental pasar modal, termasuk penguatan keterbukaan informasi, integritas pasar, serta penegakan hukum.

“Kan mereka (MSCI) sudah bilang freeze kan, jadi tidak ada saham baru yang masuk (ke indeks MSCI), tapi yang lama mungkin akan keluar. Tapi, ya, kita lihat semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik,” kata dia seperti dilansir Antara.

Sementara itu, Kiki meminta pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap hasil rebalancing MSCI. Menurutnya, potensi penyesuaian indeks akibat reformasi pasar modal merupakan konsekuensi jangka pendek yang perlu dilihat sebagai bagian dari penguatan fundamental pasar keuangan Indonesia.

“Jadi jangan orang terus jadi dibikin panik dan lain-lain, enggak. Ini memang konsekuensi dari perbaikan yang kita lakukan,” ujar Kiki.

Mengenai potensi penurunan status Indonesia dari emerging market, Kiki mengatakan bahwa keputusan tersebut baru akan ditinjau MSCI pada Juni 2026.

Berbagai perbaikan yang dilakukan regulator diharapkan menjadi pertimbangan MSCI untuk mempertahankan Indonesia dalam kelompok emerging market.

Menurut Kiki, Indonesia memiliki kualitas keterbukaan informasi dan granularitas data yang baik, termasuk dalam aspek integritas pasar yang selama ini menjadi perhatian investor global.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa regulator terus melakukan pembenahan fundamental pasar modal melalui delapan aksi reformasi, termasuk penguatan penegakan hukum, peningkatan kualitas perusahaan tercatat, serta upaya mendorong lebih banyak investor masuk ke pasar modal domestik.

Lebih lanjut, OJK terus memperdalam pasar keuangan melalui peningkatan basis investor domestik, baik ritel maupun institusi. Pendalaman pasar itu, kata Kiki, menjadi penting untuk memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia terhadap gejolak global.

“Dulu, dua puluh tahun lalu, kalau ada guncangan global itu panik semua karena kalau terjadi outflow isinya kan asing. Kalau sekarang, investor kita (domestik) 26 juta dan kemudian semakin banyak investor, baik retail maupun institusi, semakin banyak masuk ke pasar modal Indonesia,” pungkasnya. (ant/ily/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Surabaya Siang Hari, Bunga Tabebuya Bermekaran Lagi

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Surabaya
Senin, 11 Mei 2026
29o
Kurs